Oleh: Merli Ummu Khila 

Mediaoposisi.com- ku tulis kesejahteraan
di atas ruas pengangguran
di atas bisa kemiskinan
padamu aku bertanya:
dapatkah kau baca kesejahteraan yang ku tulis itu
jika tidak, begitulah kesejahteraan di Indonesia
jangan kau harapkan, kawan..

Penggalan bait puisi Sihaloholistik ini menggambarkan betapa kesejahteraan seperti hal yang mustahil di negeri ini.

Menurut Badan Pusat Statistik Nasional, sebanyak 6,87 juta orang penduduk masih mencari pekerjaan (pengangguran).LINE JOBS , 25/05/2018.

BPS jugamencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2018 ada sebanyak 25,95 juta orang.Angka rata-rata garis kemiskinan pada Maret 2018 adalah Rp401.220 per kapita per bulan. Artinya, orang yang pengeluarannya di bawah angka rata-rata garis kemiskinan termasuk warga miskin.(BBC News, 18 Juli 2018)

Padahal realita nya pengeluaran  400 ribu perbulan itu suatu yang mustahil, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan pun tidak mencukupi . Bagaimana  bisa di katakan tidak miskin?

Kesejahteraan yang didamba rakyat Indonesia ibarat mengharap hujan di musim kemarau. Sulit untuk di wujudkan. Sejahtera yang artinya aman, sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan). Jadi sejahtera itu tidak hanya terbebas dari kemiskinan, namun harus pula terbebas dari ancaman keselamatan, serta terjamin kesehatan dan pendidikan .

Kemiskinan 
Sejahtera harus terbebas dari himpitan ekonomi, tercukupi sandang, pangan dan papan. Jika melihat data penduduk miskin dan realita nya pada masyarakat, kemiskinan memang masih membelit negeri ini. harga kebutuhan pokok yang semakin melejit dan tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, membuat masyarakat semakin miskin. Miris sekali, karena Indonesia adalah negara besar yang mempunyai sumber daya alam yang kaya, tanah yang subur serta mempunyai laut yang paling luas.Lalu kemana hasil pengelolaan semua itu?. Bukankah dalam UUD bahwa semua kekayaan alam di kelola oleh negara dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat?.pada kenyataannya Indonesia menerapkan sistem kapitalisme yang berpihak pada swasta.

Keselamatan 
Meski banyak juga masyarakat yang sudah tercukupi secara ekonomi, namun belum terbebas dari keselamatan. Negara belum bisa menjamin keselamatan tiap-tiap warga negara nya. Buktinya banyak sekali tindakan kriminalisasi entah itu perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan ancaman narkoba pada generasi muda. Negara tidak bisa memberi efek jera hanya dengan ancaman penjara. Negara tidak sanggup membendung masuk nya narkoba dari luar negeri.

Kesehatan 
Kapitalisasi dalam kesehatan bukanlah hal yang mengherankan, saat ini rumah sakit bukan sekedar bagaimana mengobati pasien hingga sembuh, namun profit lebih diutamakan. Jika ada istilah orang miskin dilarang sakit bukanlah ungkapan berlebihan. Meski negara berdalih mengcover kesehatan masyarakat dengan BPJS namun banyak sekali kekurangannya. Sehingga kebijakan ini justru membebankan masyarakat, Dengan harus tetap membayar iuran perbulan, jika mangkir maka bersiap membayar denda atau tidak bisa menggunakan nya lagi.

Pendidikan
Jika berharap anak mendapat pendidikan yang berkualitas, maka bersiap merogoh kocek dalam - dalam, pendidikan anak terutama pendidikan agama harus menjadi prioritas orang tua di tengah ancaman predator berwujud kenakalan remaja, narkoba dan seks bebas. Pendidikan yang tinggi pun tidak bisa menjamin kesejahteraan, karena negara belum berhasil menyiapkan lapangan pekerjaan untuk rakyat yang sudah produktif.

Sistem pengelolaan negara yang salah membuat para pemangku kebijakan di negeri ini hanya berbenah pada masalah cabang, namun pokok permasalahan nya tidak dibabat. Berganti pemimpin bukan solusi jika sistem ekonomi diterapkan ekonomi kapitalis, kekayaan alam masih di kuasai asing. di bidang politik luar negeri masih membebek dengan politik penjajah asing.

Solusi terbaik hanyalah islam. Tidak akan ada kesejahteraan sebelum islam di terapkan. Islam telah terbukti mampu mensejahterakan rakyat selama 1300 tahun lamanya. Karena dalam islam, ummat berserikat dalam 3 hal yaitu air, api dan padang rumput. Serta dalam islam semua kekayaan alam tidak boleh di jatuh ke tangan asing. Demikian pula kesehatan dan pendidikan semua dijamin dalam islam. Apalagi masalah keselamatan, dalam islam semua merujuk pada bagaimana Sang Pencipta memberikan aturan yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.[MO/sr]

Posting Komentar