Oleh : Rizkya Amaroddini
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-Khilafah ajaran Islam, istilah itu yang tepat di era millennial saat ini. Dari berbagai kalangan mengetahui apa itu khilafah.

Donasi Save Muslim Uighur

Pembahasan tentang khilafah tidak di kalangan ulama saja, namun di berbagai kalangan topik Khilafah begitu fenomenal. Bahkan orang-orang Barat melakukan analisa politik dan melakukan riset. Sungguh amazing, kata itu yang patut di sematkan terhadap Khilafah.

Tak asing dengan istilah Khilafah, karena Khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana ajaran islam yang lain seperti sholat, puasa, zakat, dan haji.

Setelah Rosulullah saw wafat lebih dari 1000 tahun yang lalu, kaum muslimin dengan berbagai ras dan agama yang tunduk terhadap daulah islamiyah mendapatkan kesejahteraan yang menyeluruh. Sekalipun dalam daulah terdapat orang-orang kafir yang tunduk, kebijakan yang di berikan sungguh adil.

Keyakinan mereka tidak pernah di usik apalagi harus seperti kaum muslimin. Sungguh dalam naungan Khilafah-lah rahmatalil ‘alamin dapat terwujud. Syari’ah dan Khilafah tidak perlu di takutkan. Khilafah bukan menjadi ancaman atau pun musuh Negeri ini.

Justru anacaman berasal dari Kapitalisme dan sosialisme, hal ini sudah terbukti memperburuk dari segi apapun. Liberalisme-kapitalisme dengan nyata mengikuti paham neo-liberalisme, paham ini memiliki pandangan bahwa pengurangan peran negara harus terealisasikan bahkan negara menjadi penghalang untuk mencapai kepentingan individu (korporat).

 Keputusan-keputusan politik yang di ambil saat ini tidak lagi berpihak pada rakyat, namun untuk kepentingan segelintir pengusaha swasta, domestic maupun asing.

Jika kita mendalami maka kita akan mendapati bahwa Indonesia mengadobsi sistem kapitalisme, secara diamentral bertentangan dengan nilai pancasila.

Kapitalisme memberikan kesejahteraan sangat lebar dan kaya tetapi menyengsarakan rakyat. Banyak pejabat memiliki ratusan triliun uang, namun anak Negeri jauh dari pendidikan, rakyat berluntan-lantung menjalani kehidupan tanpa pengurusan dari Negara.

Jeratan hutang kian melilit, sumber daya alam kian di keruk Asing dan Aseng, sumber daya manusia dari Asing Aseng memadati bumi pertiwi, pribumi kian tersingkirkan. Karena itu Khilafah sebagai ajaran Islam sejatinya adalah solusi alternatif atas hegemoni ideologi Kapitalisme dan Sosialisme yang merajalela di Nagara Indonesia.

Khilafah bukan ilusi atau utopis, karena Barat akan senantiasa menghadang segala hal yang akan menyadarkan umat akan kebangkitan.

Salah satu contoh adalah dengan mengadu domba kaum muslimin dan menjauhkan pemikiran dan perasaan dari ajaran Islam. Secara logika umat bisa berfikir jika Khilafah itu utopis, Barat tidak akan segencar itu menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam.

Sementara dalam perspektif aqidah, kemenangan Islam adalah janji Allah, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbon-dong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat” (QS An Nashr :1-3).

Hanya penontonlah yang mengatakan tegaknya Khilafah sebagai solusi, sementara para pejuangnya semakin yakin akan pertolongan Allah.

Ketika sebagian kalangan muslim karena jeratan sekulerisme dan liberalisme meragukan khilafah, ternyata orang-orang Barat justru begitu yakin akan berdirinya khilafah dalam waktu dekat adalah Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council/NIC) pada Desember 2004 merilis laporan dalam bentuk dokumen yang berjudul Mapping The Global Future.

 “A New Caliphate provides an example of how a global movement fueled by radical religious identity politics could constitute a challenge to Western norms and values as the foundation of the global system” [Maping The Global Future: Report of the National Intelligence Council’s 2020 Project]. Mari kenali ajaran Islam secara kaffah, penerapan Syari’ah tidak akan terwujud tanpa bingkai Khilafah,[MO/ge]

Posting Komentar