Mediaoposisi.com-Jayapura - Sebanyak 31 pekerja jembatan di Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pembunuhan itu dilakukan pada hari Papua Merdeka.

"Memang sudah lama mereka (KKB) memberikan ancaman akan membunuh orang yang lewat dari jalan tersebut," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Piter Reba. Serangan terorris yang tergabung dalam OPM ini di framing dalam media dan hanya disebut kriminal atau pemberontak. Berbeda saat orang muslim berjenggot, mengenakan jubah, mereka(media dan para petinggi negara Indonesia) Lantang menyebutnya terorris.

Hal ini terbukti sangat menghinakan para muslimin dan memfitnah para orang-orang berjubah, yang sekarang sedang santer di gembar-gemborkan BIN dan Media antek Rezim ini adalah Masjid Radikal, Ulama Radikal. Sangat lucu bila ditelusuri dengan seksama Radikal yang sedang di teriak-teriakan para petinggi negara ini adalah orang yang tidak mendukung Rezim untuk satu periode lagi.

Menhan Anggap Pelaku Pembunuhan Merupakan Separatis, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu buka suara terkait kasus pembunuhan yang menewaskan 31 pekerja di Papua.

Ryamizard mengatakan pelaku pembunuhan tersebut merupakan separatis atau pemberontak."Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, (memisahkan) Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi," ujarnya.[MO/ge]

Posting Komentar