Oleh : Indah Widya Astuti 
Kartasura

Mediaoposisi.com-Melihat Gambaran Remaja sekarang seperti membuka lembaran-lembaran kertas buram dimasa depan, berbagai permasalahan membelit generasi muda Ini. Pergaulan Bebas, Narkoba , tawuran, Kekerasan Seksual, Tindak Kriminal, Menempatkan para pemuda sebagai pelaku utama.

Banyak diantara kita mengetahui permasalahan yang sedang terjadi, namun  kita tidak maampu menangkap apa penyebab permasalahan yang dialami pemuda sekarang, penyebab paling mendasar kita selalu melihat dan menganalisis penyebab yang bersifat persial sehingga tidak menghasilkan solusi yang tuntas.

Sebagian pihak menuding penyebab permasalahan adalah rusaknya hubungan keluarga sebagai pangkal masalah,ada juga yang menuding faktor sekolah, maka munculnya Full Day School.

Kita melihat solusiyang ditawarkan dan dipecahkan oleh para akademis dan pakar untuk di diskusikan  dan menginginkan di terapkan di tengah Masyarakat namun Fakta membuktikan dan hasil membuktikan? dari tahun ketahun angka kriminalitas remaja makin meningkat dan moral makin rusak.

Masalah demi masalah yang terjadi sekarang dan membelitkan generasi muda sekarang,generasi muda sekarang membutuhkan solusi yang tuntas Masa depan bangsa ini seperti ditaruhkan, kita tak bisa mengandalkan solusi persial,solusi berfikir harus di bongkar dengan menyingkapi akar permasalahan yang hakiki dan mencari kunci pemecahan masalah yang tepat.

Pendidikan Adalah salah satu jawaban bagi pembentukan dan perbaikan generasi,tetapi yang perlu diperhatikan bahwa pendidikan tidak mungkin berdiri sendiri sebagai solusi, ada tiga pilar saling yang saling mendukung dalam dunia pendidikan yaitu pendidikan di dalam keluarga, Pendidikan diMasyarakat ( edukasi Publik) dan pendidikan dalam Institusi Pendidikan, Ketika satu pilar ini rapuh, akan berakibatkan pada kesuruhan secara keseruhan dalam sistem pendidikan.

Tetapi Fakta sekarang yangkitahadapi, Tiga pilar yang rapuh, yang tidak bisa diperbaiki hanya sekedar tambal sulam,Melainkan harus membongkarnya dan membangun ulang dari dasarnya.

Kerusakan generasi muda kita hakikatnya disebapkan beberapa faktor,Bukan sekedar masalah keluarga atau pendidikan saja melainkan melibatkan faktor-faktor lain seperti sosial, ekonomi, budaya politik yang menjadi lingkungan bagi keluar dan institusi pendidikan, kita bisa menyimpulkan bahwa permasalahan yang dihadapati generasi sekarang permasalahan Sistemik dapat kita simpulkan benang merah  yang saling berhubungan dan terkait ketiga nya menjadi sebuah Sistem.

Ketiga pilar adalah Keluarga, Kita bisa melihat apa yang terjadi sekarang banyak nya keluarga memahami paham kapialisme yang menetapkan materi sebagai standar kebahagiaan keluarga yang menyebapkan  keluarga miskin visi pendidikan.

Keluarga lebih didominasi untuk upaya sekedar mengumpulkan harta dan bagaimana menghabis-kannya untuk kesenangan sesaat para orangtua suami dan istri disibukan oleh kerja dan  karier semata, dari sinilah mulailah keluarga pincang dan cacat peran dan kewajiban suami dan istri sudah dijelaskan oleh hukum syara, anak-anak kehilangan  pegangan, kehilangan panutan dan sedikit demi sedikit lepas control, mereka mencari perhtian,kasih saying dan sering nya keluar rumah.

Kondisi sekarang diperparah dengan kondisi social kultur yang  juga rusak yang dimana sekarang didominasi paha liberalisme.Bebas bertingkah berpilaku ,bersikap dan berpendapat sebagainya,anak bebas membantah orang tuanya,istri bebas  berhias dan pergi  kemanapun dengan  alasan kepentingan kerja,suami bebas membantah orangtua.

Nilai-nilai agama semakin menjauhkan dari keluarga yang dimana masyarakat sudah merasa ambigu akan agamanya dan banyaknya paham sekuler yang dimana memiliki tujuan agar bagaimana agama tidak ikut andil dalam proses kehidupan.Agama hanya dipelajari ketika di bangku sekolah,minimnya waktu pelajaran hanya  difasilitasi 3-4 jam per hari mulailah keluarganya kehilangan orientasi hidup dan nasihat dan amar mahruf nahi mungkar semakin langka dilaksanakan.

Edukasi Publik
Edukasi Publik diterapkan ditengah-tengah masyarakat melalui berbagai media massa dan media sosial, edukasi publik bertujuan mengcover materi-materi pendidikan yang tak tersampaikan oleh keluarga  dan institusi pendidikan dan memperkuat fakta-fakta yang nyata terjadi.

Media massa seharusnya menguatkan dan menjelaskan suasana keimanan dan ketaatan masyarakat terhadap Islam  dan hukum syara  , namun realita nya malah bertolak belakang pada sistem sekarang media dijadikan sarana menjajakan gaya hidup Materialis dan Hedonis lebih mengedepankan kesenangan dan kenikmatan semata.

Institusi Pendidikan
Sistem pendidikan dan kurikulum yang digunakan saat ini adalah pendidikan sekuler dan kurikulum sekuler, artinya materi dan metode pengajaran mata pelajaran pendidikan agama islam di desain untuk menjadikan Islam sebagai pengetahuan belaka , pendidikdn agama dirancang sebegitu minimalis.

Salah satu tujuan Kurikulum menjadikan sarana untuk memasukan dan menyebarkan ajaran Islam ke penjuru dunia namun fakta tidak sesuai yang diinginkan bahwa kurikulum dijadikan sarana memasukan pajham-paham sesat arahan barat seperi Pluralisme dan liberalisme, menanamkan pemikiran toleransi yang mengarah pada pengakuan agama itu sama, ditanamkan paham kebebasan dalam berpikir , berpendapat,berkeyakinan.

SISTEM PENDIDIKAN BERVISI INSAN KAMIL 
Sistem pendidikan Islam berbeda dengan sistem pendididkan barat secara diameral. Sistem pendidikan Islam didasarkan pada Aqidah Islam Yang mengharuskan tujuan kurikulum materi dan metode yang digunakan merunjuk pada pemikira dan konsep yang terpancar pada  Aqidah Islam.

Visi Pendidikan Islam memiliki tujuan yang dimana telah digariskan oleh syariat Islam yang dimana  membentuk manusia bertaqwa yang memiliki kepribadian Islam (Syaksiyah Islam) yang secara utuh yang dimana cara berpikir dan cara bersikap didasarkan pada Aqidah Islam.

Hasil dari penerapan Pendidikan Islam adalah generasi yang bertaqwa,taat dan tunduk akan  hukum-hukum Allah , bukan generasi yang miskin aan identtas muslimnya,lemah dan tidak punya ghiroh agama.

Kurikulum dirancang untuk mencapainya Aqidah Islam dan Tsaqofah Islam memiliki Kepribadian Islam yang dimana ini adalah konsekuensi keimanan seorang muslim atas keteguhan dan memegang Hukum Syara dan memgang identitas muslim nya dalam kehidupan sehari-hari dari kepribadian akan muncul Pola sikap(Nafsiyah) dan pola berpikir ( Aqliyah) yang dimana pernah dicontohkan Rasulullah SAW dengan cara pertama menanamkan akidah Islamiah sebagai cara berpikir.

Kedua menanamkan sikap konsisten dan istiqomah kepada setiap orang agar tetap masih pada jalan pondasi aqidah yang diyakini yaiyu aqidah Islamiyah. Ketiga Mengembangkan kepribadian yang senantiasa mengajak setiap orang untuk bersungguh-sungguh  untuk belajar pemikiran Islam.[MO/ge]

Posting Komentar