Oleh Inas Zhafirah 
(Mahasiswi Aktivis BMI Bengkulu)

Mediaoposisi.com-Jeritan muslim Uighur yang mendominasi kamp pendidikan ulang (re-education) di China barat sepertinya tidak mengiris hati para pemimpin yang memiliki masyarakat muslim terbesar di dunia.

Donasi Save Muslim Uighur

Semua media, pamflet bahkan,aksi bela muslim Uighur telah dicanangkan tetapi para pemimpin di bangsa-bangsa lain bungkam seolah tidak tahu.

Pejabat Partai Komunis China (PKC) mengatakan penahanan massal dikalangan penduduk Uighur, yang mayoritas beragama Islam, adalah bagian dari langkah-langkah yang menurutnya ‘menindak terorisme, ekstremisme agama, dan separatisme’ di negara itu.

PKC telah menggunakan alasan potensi “ancaman ekstrim” untuk membenarkan pengawasan ketat dan penindasan terhadap etnis Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Sudah lebih dari satu juta tahanan yang ditahan di kamp yang sebenarnya adalah bentuk perlakuan genosida modern ala pemerintahan China Komunis kepada masyarakat yang mereka anggap ekstrimis, radikalis, padahal julukan itu sejatinya tertuju pada diri mereka sendiri.

Jejak rekaman beragam penindasan sudah membuat jantung berdetak kencang. Kesaksian dari mantan tahanan kamp re-education yaitu Omar Bekli (42) seorang warga Kazakhstan yang lahir di Xinjiang.

Etnis Uighur “dirantai seperti binatang” dicabut makanan dan tidur, dan dipukuli sampai tubuh mereka “bengkak dan menuangkan darah”

“mereka membuat anda takut dan membuat anda lemah, secara fisik dan mental, sehingga dapat membuat anda mematuhinya,” ujar Bekli menjelaskan

Seorang tahanan Uighur lainnya – warga negara Kazahstan berusia 54 tahun yang dibebaskan September dari sebuah kamp di Urumqi stelah ditahan 15 bulan – mengatakan kepada The Epoch Times bahwa para wanita muda Uighur diperkosa setiap hari oleh para pejabat PKC di kamp-kamp dan dapat dibunuh jika mereka menolak.

Pria itu berbicara dengan syarat disembunyikan identitasnya dari Istanbul karena khawatir akan keselamatannya. Gambaran itu belumlah seberapa dengan tindakan sadis lainnya yang dilakukan oleh pejabat PKC.

Kedekatan pemerintah Indonesia dengan China sulit dielakkan terlebih dalam jumlah utang luar negeri Indonesia kepada China.

Ketua  Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) yaitu Syafti Hidayat menduga hubungan kedekatan pemerintahan RI-China saat ini yang membuat Jokowi enggan melakukan protes atas kekejian yang sedang dialami saudara muslim kita di sana.

Sekat nasionalisme telah membungkam para pemimpin negeri muslim. Merasa tidak satu tubuh lagi dengan saudara muslim lainnya yang teraniaya.

Harus berapa jeritan lagi yang mesti digaungkan oleh mereka muslim Uighur, Palestina, dan Suriah, Yaman, bahkan lainnya yang juga tertindas karena alasan yang sama, yaitu dien Islam yang mereka emban.

Sudah cukup duka nestapa yang menerpa ummat Islam, saatnya kita kembali menjemput gelar khoiru ummah (ummat terbaik) dalam kehidupan bernegara demi datangnya ridho Allah swt ke dalam kehidupan dunia yang mengantarkan manusia untuk taat kepada aturan-Nya sehingga keberkahan dalam berkehidupan itu menghantarkan manusia ke alam akhirat dengan bahagia atas seizin Allah swt.

Maka tidak ada jalan lain, ummat harus sadar secara paksa maupun tidak dengan dibenturkan pada fakta yang ada sekarang dengan solusi yang mesti diambil yaitu dengan jalan Islam.

Menyesuaikan fikroh dan thariqah yang telah diajarkan oleh teladan terbaik yaitu nabi Muhammad SAW baik secara individu bahkan dalam memimpin suatu wilayah yang heterogen dengan landasan akidah Islam.

Ummat harus sadar urgensinya penyatuan wilayah-wilayah negara muslim dalam satu komando kepemimpinan Islam dalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah) yang menjadikan puluhan juta musim bahkan lebih tidak hanya sekedar buih.

Dengan melawan penjajahan oleh negara adidaya dan yang berkekuatan militer kuat yang berideologi kapitalis-sekulerisme dan berkawan dengan komunisme dengan ideologi Islam yang mesti juga diterapkan dalam negara.

 Maka akan dijamin kekuatan militer Islam akan mampu merobohkan bangunan peradaban asing yang menjarah tubuh ummat Islam melalui junnah (perisai) ummat yaitu adanya Khalifah sebagai komando dalam daulah Islam.

Posting Komentar