Oleh: Ria Khairiyyah
Siswi MAS Plus Darul Hufadz

Mediaoposisi.com-Saat ini, lebih dari 1 juta Muslim Uighur terkunci di kamp-kamp “pendidikan ulang” (re-education) yang mengerikan di mana mereka dipaksa untuk melupakan identitas mereka dan diharuskan mencela Islam.

Donasi Save Muslim Uighur

Kisah baru-baru ini dikutip The Independent, sebuah laporan Human Rights Watch (HRW) tentang meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Uighur, mengungkapkan tingkat pengani-ayaan yang mengerikan terhadap komunitas Uighur di pihak pemerintah Komunis China.

Hari ini, ribuan anak-anak dengan orang tua yang dikurung di kamp-kamp kosentrasi atau juga disebut ‘Kamp Cuci Otak’ dikirim ke panti asuhan. Jalan-jalan di wilayah Xinjiang kosong, dengan rumah-rumah yang terkunci dan toko-toko ditutup karena pemiliknya ditangkap. Saya melarikan diri dari China dengan keluarga saya sendiri, situasinya semakin memburuk.

Kemudahan utang luar negeri Indonesia kepada China diduga membuat pemeritahan Presiden Joko Widodo ogah menyuarakan protes atas kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada kelompok muslim Uighur di Xinjiang, China.Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Syafti Hidayat menduga, hubungan kedekatan antara kedua pemerintahan RI-China saat ini yang membuat Jokowi enggan melakukan protes.

“Karena kedekatan pemerintah Jokowi dengan China. Jokowi tak mau hubungannya terganggu dengan China gara-gara kelompok muslim Uighur,” ucapnya saat berbincang dengan redaksi, Jumat (14/12).

Kedzaliman terjadi dinegri-negri muslim, salah satunya yang terjadi terhadap muslim Uighur.Yang seharusnya kita berusaha untuk menyelamatkan saudara kita yang tengah didzalimi, justru kita tidak bisa apa apa selain protes.

Bersabar dan berusaha untuk melindungi diri tidak cukup kali ini. Mereka tengah butuh bantuan karna tak sesuai dengan apa yang dilakukan kaum zalimin terhadap mereka dengan usaha mereka untuk mempertahankan diri.

Terlebih, paham yang ada saat ini yaitu paham Nasionalisme (cinta tanah air) menyebabkan tentara dan senjata-senjata tak berguna untuk menyelamatkan muslim uighur dari kedzaliman tersebut.

Umat butuh khilafah. Khilafah yang akan menyelesaikan seluruh permasalahan umat. Akan dibukanya pintu ijtihad untuk menyelesaikan setiap permasalahan baru. Khilafah yang akan sangat memperhatikan setiap aturannya yang pasti bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, Ijma dan kiyas.

Khilafah juga akan menyatukan umat dan menjadikan umat sebagai masyarakat yang memiliki satu aturan, satu perasaan dan satu pemikiran.

Karna juga hanya khilafahlah yang mempunyai wibawa untuk melawan rezim dzalim dengan menyatukan seluruh potensi yang dimiliki dibawah satu kekuatan poitik dan komando. Khilafah akan melindungi rakyatnya baik muslim atau nonmuslim yakni kafir zimi yang berada dibawah kekuasaan kekhilafahan dan mensejahterakannya. [Mo/ge]

Posting Komentar