Oleh: Oleh : Asma Mumtazah 
(Aktivis Islam Gresik)

Mediaoposisi.com- Lagi - lagi remaja menjadi korban rusaknya sistem Jahiliyah. Di makasar baru - baru ini remaja melakukan pesta seks, remaja juga menjadi korban pengeroyokan suporter sepakbola.
Di Lampung remaja menjadi korban kebiadapan orangtuanya sendiri bersama paman dan tetangganya. Sungguh tragis remaja jadi korban sistem jahiliyah yang tidak manusiawi bahkan lebih buruk dari seekor binatang.

Remaja seharusnya bisa menggapai cita - cita dengan masa depan gemilang. Tapi sayang, hari ini mereka harus menanggung luka yang mengerikan dan menyakitkan.

 Mereka adalah korban sistem Kapitalis Demokrasi yang sudah mencengkram negeri ini. Sistem ini tidak memberi mereka rasa aman, tidak memberi mereka peluang untuk mengembangkan potensi diri agar mereka menjadi orang hebat dan bermanfaat, calon pemimpin masa depan. Bahkan keluarga sebagai benteng terakhir bagi mereka berlindung tidak lagi mejadi tempat aman dari ancaman.
Sudah saatnya ganti sistem jahiliyah dengan sistem Islam yang mulia Setidaknya ada beberapa alasan untuk mengganti sistem jahiliyah dengan sistem Islam.

Pertama : dalam sistem jahiliyah para pemimpinnya tidak perduli dengan nasib remaja yang menjadi korban kebiadaban sistem. Negara abai dan membiarakan remaja mendapatkan tontonan merusak yang bisa dengan mudah diakses dengan internet. Negara membiarkan remaja memilih gaya hidup bebas tanpa aturan. Terlibat tawuran karena membela tim kesebelasannya. Permasalahan remaja ini tidak menarik perhatian pemimpin negeri ini. Mereka lebih sibuk dengan urusan politiknya merebut dan mempertahankan kursi kekuasaan.

Kedua: Keluarga tidak lagi menjadi tempat nyaman bagi remaja untuk berkembang dengan segala potensi yang dimilikinya untuk menjadi orang hebat. Orangtua tidak bisa menemani tumbuh kembang anak disibukkan dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Bahkan ibu yang seharusnya menjadi madarasah pertama bagi ananknya terpaksa bekerja supaya dapur tetap mengepul. Bahkan orangtua terpaksa menitipkan anak - anak mereka bisa bekerja.
Masyarakat tidak perduli dengan remaja yang hidup ditengah - tengah mereka. Tergambar jelas bagaimana saat mereka nongkrong diwarung koi mereka sibuk dengan HP androidnya saat terhubung dengan wifi.

Mereka tidak perduli saat remaja disekitarnya melakukan penyimpangan dan kenakalan. Masyarakat lebih suka melihat berita viral daripada memperhatikan fakta permasalahan remaja yang ada disekitarnya.

Ketiga: Sekolah tidak lagi tempat nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri. Mereka hanya dibekali ilmu pengetahuan namun kering dengan nilai - nilai agama. Nilai kebaikan tidak diterkaitkan dengan perintah dan larangan Allah Swt.

Karakter yang baik hanya dikaitkan dengan nilai manfaat saja. Ketika kebaikan dianggap tidak memberikan nilai manfaat akan ditinggalkan.

Maka dari sinilah sudah seharusnya Sistem Islam menggantikan sistem jahiliyah yang tidak memperdulikan permasalahan dikalangan remaja.

Karena hanya Sistem Islamlah yang memperhatikan dan menyelesaikan persoalan yang ada ditengah - tengah kehidupan umat termasuk persoalan remaja dan mampu menyelesaikannya secara tuntas.[MO/sr]



Posting Komentar