Oleh: Puspita Ningtiyas

Mediaoposisi.com- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas, menanggapi pernyataan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i yang menyebut poligami bukan ajaran Islam.

Poligami, kata Anwar, adalah ajaran Islam
Ia menerangkan, Islam membolehkan poligami asal sang suami bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Tapi kalau takut tidak bisa berbuat adil, maka beristrilah dengan satu orang saja.

Oleh karena itu, mengatakan bahwa poligami bukan ajaran Islam jelas tidak berdasar dan menyesatkan,” tegasnya saat dihubungi hidayatullah.com pada Ahad (16/12/2018).

Wakil ketua MUI mengimbuhkan, "Sedangkan di Indonesia sesuai dengan ketentuan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 4 ayat (1) poligami dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan antara lain mendapat izin dari Pengadilan Agama yang dikuatkan oleh persetujuan dari istri/istri-istrinya, memiliki jaminan kemampuan memberikan nafkah kepada keluarganya, dan kewajiban berlaku adil kepada istri-istri dan anak-anaknya,”

Dalam Islam poligami memang diperbolehkan. Allah berfirman, di dalam Al-quran dimana ayat ini harus dibaca utuh, tidak diperkenankan mengambil secuplik kalimatnya saja sebab akan mengurangi maknanya.

Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja. Atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat dzalim.” (QS. An-Nisaa [4]:3)

Maka jelas pihak yang melakukan kampanye busuk menyerang poligami, sebetulnya sedang mengebiri syariat Islam, apapun alasan yang terlisankan.
 
Mengebiri Syariat Islam berarti menjadikan negara ini makin sekuler dan liberal, hukumnya haram bagi penguasa muslim yang menjadi tumpuan rakyatnya.

Hendaknya penguasa muslim tidak diam dengan kondisi ini. Jika penguasa diam maka diamnya penguasa berarti menyepakatai apa yang diserukan PSI bahwa poligami memang layak ditolak.
Selain itu, fakta yang ada menunjukkan bahwa ada upaya sistematis untuk menjauhkan nilai-nilai agama dari tatanan negara saat ini. Kali ini poligami yang ternodai, disamping upaya kriminalisasi syariat Islam dan para ulamanya  yang terus terjadi.

Umat Islam wajib mewaspadai parpol dan lembaga negara yg menyuarakan ide sekulerisme dan liberalisme karena kedua paham itu bertentangan dengan Islam. Ketika parpol dan lembaga negaralah yang menyuarakan ide sesat ini, maka lawannya juga harus parpol yang menyuarakan Aqidah dan Syariat Kaffah yang akan terwujud dengan Khilafah Islam.

Khilafah Islamlah kekuatan politik besar yang akan mampu mengenyahkan belenggu sekulerisasi dan liberalisasi dari muka bumi ini. Dengan kekuatan politik negara maka persoalan-persoalan individu termasuk persoalan ini akan teratasi. Tentunya tanpa perpecahan, dengan kejujuran dan nuansa ketaatan kepada Allah.[MO/sr]

Posting Komentar