Mediaoposisi.com-Framing Media Projo Atas perkataan Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Habib Umar) dari Majelis Al-Muwasholah Bain Ulama Al-Muslimin, Forum Siltarahim Antar Ulama tidak setuju terhadap Reuni Akbar tersebut.

Menurut dia, Reuni Akbar itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam sekaligus memprovokasi umat. “Negeri ini saya harap selalu damai. Jaga persaudaraan, nikmat persatuan ini harus dijaga. Stop dan cukup kedengkian,” jelas Habib Umar dalam siaran persnya, Rabu (28/11). https://www.suaramerdeka.com/news/baca/149364/reuni-akbar-212-bertentangan-dengan-nilai-nilai-islam

Berbeda Framing yang dilakukan media kufar dengan Mahasiswa peserta Aksi Reuni 212 PTN Yogyakarta yang sedang menempuh perjalanan menuju jakarta, Saudar Noor menyebutkan " Saya mengikuti Aksi Reuni 212 karena ingin berpartisipasi dalam memperjuangkan Islam, Dakwah, dan Jihad. Dan ingin menunjukkan kepada semua bahwa persatuan ummat itu pasti harus diperjuangkan mulai dari individu, bukan hanya ulama."

Dari sini terlihat betapa berbedanya pendapat seseorang manusia, dari yang bergelar Al-Habib dan Mahasiswa. Tapi inilah kenyataannya, Aksi 212 di ikuti oleh muslimin-muslimat atas izin Allah ini terjadi ketika sistem negara ini adalah Demokrasi yang kufur, yang tidak adil, rezimnya represif, rezimnya khianat.

Kami datang menuntut sesuai dengan Sistem yang berlaku di indonesia saat ini yaitu demokrasi atau kebebasan berpendapat walau faktanya saudara seiman Islam saya dilarang bersuara. Inilah bentuk aspirasi kami rakyatmu, menyambut undangan anda yang rindu di Demo tapi malah ngompol ketakutan menyembunyikan batang hidungnya.

Pesan dari saudara Noor "Benahi Niat karna Allah, Jaga ukhuwah dan jangan terprovokasi oleh cebiwan dan cebiwati, Allahu Akbar!!"[MO/ge]

Posting Komentar