Oleh : Ifa Mufida

Mediaoposisi.com-Ketua Dewan Pertimbangan  Majlis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Din Syamsuddin meminta Pem-erintah Indonesia untuk menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah Cina dan membela nasib umat Islam di Cina Uighur yang mendapat perlakuan yang sangat tidak toleran, bahkan bisa saya katakan sangat kejam (hidayatullah.com).

Pertanyaannya, apa ada daya Pemerintah berkata kepada Pemerintah Cina? Mampukan dia menyampaikan aspirasi umat Islam? Sungguh sesuatu yang jauh dari harapan, bagai punguk merindukan Bulan.

Pemerintahan Indonesia di bawah rezim sekarang benar-benar dalam kondisi terjajah, hutang yang terus ditumpuk kepada Cina atas nama infrastruktur sungguh sangat mengkhawatirkan. Bahkan banyak analisa jika pemerintah tidak segera menghentikan utang yang mubazir ini bisa-bisa anak cucu rakyat Indonesia akan merasakan negerinya telah dijual kepada asing beberapa dekade mendatang. Mau gimana lagi, karena hutang ini hutang Ribawi dan dilakukan atas nama infrastruktur. Sungguh menyedihkan.

Rakyat kecil terus dicekoki dengan pembangunan semu rezim ini, jangan mau lagi tertipu dan terpesona. Belum lagi, semakin ngawur ketika mereka menggunakan dana haji juga atas nama infrastruktur, belum cukup juga kah dana hutangan yang begitu besar? Semakin komplit lah, penderitaan rakyat dibawah rezim ini. Rezim ini juga  sangat represif terhadap umat Islam dan dakwah Islam.

Kembali ke pembahasan penindasan di kamp Uighur Cina yang mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Seperti yang sudah diberitakan di media massa Internasional, Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan ajaran agama.

Bahkan mereka terus dicekoki dengan materi-materi yang mengajak mereka meninggalkan Islam  dan percaya dengan  komunis. Mereka juga dipaksa untuk makan babi dan minum alkohol, yang jelas-jelas haram dalam Islam. Belum lagi pelecehan seksual terhadap kaum muslimah di sana, menjadi sesuatu yang tak bisa dihindarkan. Anak-anak pun sejak usia 6 bulan hingga 12 tahun dikurung seolah mereka adalah hewan peliharaan yang terus dicekoki dengan lagu-lagu komunis.

Tahun demi tahun tindak kejahatan Cina yang sejatinya mereka tidak beriman kepada Tuhan semakin menggila. Semua tindak kebrutalan pemerintah Cina kepada kaum muslimin tersebut jelas-jelas adalah pelanggaran atas Hak Asasi Manusia, dan hukum Internasional.

Dikatakan, Hak Asasi Manusia dan Internasional Convenant on Sosial and Politics Rights menegaskan adanya Kebebasan Beragama bagi segenap Manusia. Pertanyaan nya, pernahkah ada pelaku HAM jika itu Umat Islam yang menjadi korban? Dan apa yang bisa dilakukan lembaga Internasional ketika umat Islam menjadi Korban? Sungguh umat Islam telah diserang dari berbagai sudut.

Penyiksaan kaum muslimin di Uighur, Xinjiang adalah satu saja kasus penghinaan kepada kaum muslimin. Di belahan yang lain masih banyak kaum muslimin yang bernasib tak jauh beda dengan kaum muslim di Uighur. Sebut saja kaum muslimin di Yaman yang mengalami kelaparan begitu parahnya. Kaum muslimin di Syiria yang terus diserang oleh pemerintahnya sendiri. Kaum muslimin di palestina yang hari demi hari semakin terdesak dari tanah mereka sendiri.

Maka sangat benar sabda Rasulullah SAW berabad-abad silam. Umat Islam akhir zaman akan seperti buih di lautan. Meski terlihat banyak, namun tidak berarti. Rasulullah bersabda, "Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seprti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring". Seseorang berkata, "Apakah karena sedikitnya jumlah kami waktu itu?".

Beliau bersabda, "Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di lautan. Dan Allah mencabut rada takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn". Seseorang bertanya, "Apakah wahn itu?" Beliau menjawab, "cinta dunia dan takut mati," (HR.Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Sungguh menyedihkan karena saat ini memang faktanya kaum muslimin hanya seperti buih di lautan. Bahkan ketika kita melihat saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang menderita, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita kaum muslimin yang seharusnya menjadi satu tubuh yang akan ikut merasakan sakit jika bagian tubuh yang lain disakiti, seolah-olah sekarang tak bisa merasakan hal tersebut.

Demikianlah karena kaum muslimin sekarang terpecah-pecah dalam sebuah negara bangsa (nation state). Ini adalah bentuk penjajahan sejati di rezim kapitalisme-sekuler dimana Kaum muslimin dipecah-pecah dalam sebuah negara bangsa sekaligus terikat oleh ikatan yang sangat rendah, yakni ikatan nasionalisme. Dengan ikatan ini seolah-olah apa yang terjadi dengan saudara kita di belahan negeri yang lain adalah bukan urusan kita.

Sudah saatnya lah kaum muslimin bersatu dalam satu Panji. Kaum muslimin adalah umat yang satu, bertuhan satu yakni Allah SWT. Sudah dah saatnya bersatu dibawah aturan syariat Allah dan negara yang satu yakni Khilafah Islamiyyah. Hanya dengan khilafah, maka kaum Muslimin akan memiliki pelindung yang akan menjadi perisai bagi seluruh kaum muslimin di dunia. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu adalah perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya." (HR. Al-Bukhori, Muslim, Ahmad).

Demikianlah solusi satu-satunya yang akan mengembalikan kemuliaan Islam adalah jika kita berada di bawah Khilafah Islamiyyah.[MO/ge]

Posting Komentar