Oleh: Nursyam
                                                (Anggota MT khairunnisa bal-tim)
     
Mediaoposisi.com-Negara Indonesia adalah negara yang memiliki petensi akonomi tinggi dan sebagai negara berkembang berarti masih banyak yang perlu di bangun dan di dikembangkan sehingga menarik perhatian dunia untuk menjalin ikatan perdagangan bebas dimana didalamnya melakukan bisnis jual beli. perdagangan bebas berarti penjualan produk tanpa pajak dan tidak ada campurtangan pemerintah di dalamnya, padahal kesimpulan dari perdangangan bebas adalah kesejahteraan tidak akan di rasakan oleh negara berkembang karna perekonomiannya hanya berpihak kepada pemengang modal tertinggi artinya kekuasan mutlak di kuasai oleh pemilik modal.

pengelolaan sumber daya alam yang sebagian besar dikelola bahkan dikuasai oleh asing membuat Indonesia selalu berada di barisan negara berkembang yang bergantung kepada asing sera tidak bisa berdiri sendiri. Perdagangan bebas adalah bentuk penjajahan ekonomi kepada negara termasuk indonesia.

Dampak buruk penjajahan ekonomi yang di terjadi di Indonesia saat ini menjadikan rezim bertekuk tulut kepada sang pemlik modal terutama AS, bahkan terpilihnya presiden Jokowidodo pada tahun 2014 pun tidak lepas dari sebuah pencitraan dan bantuan finansial secara besar besaran yang di gerakkan oleh kekuatan asing terutama AS melalui agen-agennya di  Indonesia, artinya siapapun  capres yang di restui oleh Amerika bisa di dipastikan akan memenangkan pilpres dan bisa di dipastikan bahwa apapun yang di inginkan pihak Amerika akan di setujui oleh rezim yang pasti setiap rencana pihak asing tidak memakmurkan rakyat karna tujuan utamanya adalah untuk meraih ke untungan dan mengutamakan kepentingan para pemilik modal saja.

 penjajahan antek melalui politik ekonomi di lakukan dalam berbagai bentuk di diantaranya pembangunan infrastruktur atau jalan tol yang menjadikan jalanan tidak lagi menjadi jalan umum tetapi berubah menjadi jalan jasa komersil yang harus di dibayar mahal oleh rakyat. Begitu juga  dana yang telah di keluarkan Indonesia sebesar USD 3,85 miliar tidak mampu melepaskan cengkraman freeport yang di kuasai Amerika terhadap indonesia  permasalahan terbesar adalah bahwa pertambangan emas adalah sumber daya alam adalah hak milik umum  yang seharusnya di dikelola oleh negara untuk kemaslahatan umat bahkan  harom hukumnya di didalam islam apabila sumber daya alam  menjadi hak milik individu.

penjajahan antek berbentuk penjajahan budaya seperti berbusana, musik, dan tata cara berprilaku ini menstasfer esistensinya melalui media cetak dan eletronik hingga sampai ke dunia ke tiga seperti indonesia dan objek sasaran utamanya adalah para remaja. Dari Fakta-fakta seperti diatas bisa di pastikan bahwa generasi penerus bangasa akan mengalami kemunduran dan kerusakan di disebabkan budaya kebarat-baratan.

Pertanyaannya adalah apakah harus menunggu semua sudah rusak baru di benahi???dan jawabannya adala TIDAK !!!
karna islam memiliki solusi dari semua permasalahan yang terjadi saat ini UU  dalam islam bersal dari alquran di mana setiap perkataan di dalamnya bersumber dari allah SWT serta memiliki seperangkat peraturan yang sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan baik secara individu masyarakat bahkan bernegara. untuk itu sekarang adalah saatnya menjadikan syariat islam sebagai pedoman untuk mengurus Negara dan rakyat agar Negeri muslim menjadi berkah dan bermartabat secara hakiki. [MO/sr]

Posting Komentar