Oleh: Mirawati ummu Abdan

Mediaoposisi.com-  Fenomenal dan dahsyatnya reuni mujahid 212 merupakan wujud  Islam sebagai rahmat bagi semua. Berkumpul jutaan manusia dari berbagai latar belakang yang beranekaragam dengan menembus batas perbedaan dan kebangkitan yang menengadah kelangit. Cerita,asa dan harapan bukan lagi hanya sebatas narasi dan retorika akan tetapi wujud dari amal dengan akhlak yang tercermin dari jiwa-jiwa mujahid 212.

Pengorbanan yang tak terhitung bahkan diluar nalar, persatuan,persaudaraan serta wujud sosial yang peduli sesama.Rasa aman dan damai terasa dengan jutaan lautan manusia,tidak sekedar mengguncang Indonesia akan tetapi bisa menggetarkan iman ummat Islam dibenua lain. Menciutkan nyali orang-orang super benci dengan ukhuwah Islam dengan argumentasi yang tak berdasar dan penuh kemunafikan bahkan kebohongan.Menuduh dengan dengan nada sinis bahkan kamusflase agama dan seolah merekalah yang paling berhak berpolitik.Sementara jika Islam sebagai agama politik,tuduhanpun stereotip radikal, intoleran dan anti NKRI.

Jutaan bendera liwa dan roya berkibar dengan gagah sebagai simbol pemersatu,senantiasa berada dikepala,didada dan dijiwa para mujahid, mereka membentang tanpa lelah bahkan spirit yang membakar semangat dan kesadaran mereka bahwa kalimat tauhid adalah kalimat agung dan mulia.Bahkan mereka rela mati dengan kalimat ini. Kibaran bendera liwa roya tidak sekedar simbol tapi juga menggetarkan dan menciutkan para pembenci kalimat ini.

Aksi ini bukti nyata bahwa mereka sangat merindukan kebangkitan Islam. Dengan kembalinya bendera liwa roya ditengah-tengah ummat,tidak lagi asing bahkan akan selalu dikenang dan terus dijaga spirit mujahid 212 dengan untaian iman terhadap kalimat La ilaha iillalLah Muhamadurrasulullah.

Bahkan Ummat Islam diIndonesia tidak saja mayoritas akan tetapi sudah dibuktikan dengan sejarah pengorbanan harta dan jiwa untuk merdeka dari penjajah belanda dengan pekikan takbir dan spirit jihad. Diera sekarangpun meskipun dituduh negatif dan terus dinarasikan karena islamofobia yang akut. Dengan kesabaran yang terus dipupuk dan menghujam dan balasan narasi dan tindakan yang nyata bahwa Islam ajaran Rasulullah saw. menjadi ummat yang terbaik yang diturunkan ditengah ummat sebagaimana dalam.surah Ali Imran ayat 110.

"Kalian adalah ummat yang terbaik yang diturunkan untuk manusia, mengajak manusia dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah..."(TQS.Ali-Imran(33):110).

Wujud cinta kepada negeri dengan mengisi amal kebaikan dengan Islam dalam segala aspek kehidupan yang menghantarkan pada kebangkitan Islam yang hakiki. Cerminan Islam terwujud dalam reuni tidak sekedar reuni namun syiar Islam yang tersebar seantero dunia. Sejarah ini merupakan sejarah yang baru yang unik dan sebagai sejarah ummat yang bergerak karena cinta dan iman yang menghujam didada.

Sejarah akal sehat, ditempat monumen nasional yang fantastis dan MasyaAllah Mendeskrisipkan reuni 212 dengan kalimat-kalimat indah,lantunan syair dan dzikir yang terus memuji Allah serta shalawat kepada Rasulullah saw. Betapa indahnya persatuan dan persaudaraan untuk kebangkitan yang hakiki dalam ukhuwah Islamiyah.

Meskipun ummat Islam sekian lama tidur dalam kegelapan dan kedzaliman bahkan tiada hentinya terlihat jelas setiap hari kondisi keprihatinan dan kesedihan dibelahan dunia lain saudara-saudara kita hidup dalam kedzaliman,kelaparan, dan kesedihan.

Ada secercah harapan bahwa dinegeri ini kesadaran Islam dan perasaan Islam sudah tumbuh dan berkembang secara alami dan terarah Hidup tidak sekedar hidup tapi hidup memilik tujuan menuju kehidupan akhirat yang abadi akan berkumpulnya ummat Rasulullah saw.ditempat yang indah dan nyaman yaiitu syurga yang seluas langit dan bumi.Sebagaimana Allah SWT.berfirman dalam surah Ali Imran :

" Bersegeralah kepada ampunan Tuhankalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa" (TQS.Ali-Imran (33):133).

Sehingga Reuni mujahid 212, sebagai wujud kebangkitan yang hakiki, yang menggerakkan manusia (sosial movement) dengan kesadaran yang tinggi serta pengorbanan karena iman. Yang hadir dari bayi,anak-anak,dewasa hingga usia senja.Bahkan manusia-manusia hebat seperti disabilitas yang menuju ketempat berkumpulnya yang diirasakan adalah kebahagiaan dan kegembiraaan.

Nampak kemilauan berjuta-berjuta wajah yang bercahaya seperti matahari yang menyinari bumi,saling sapa dengan senyuman,tidak ada gesekan  namun sentuhan iman yang saling mengingatkan bahkan rumputpun terjaga.Indahnya ukhuwah diantara mereka,berlomba-lomba dalam kebaikan, tidak sekedar rapi dalam shaf-shaf sholat tahajjud dan sholat subuh akan tetapi nampak kesahajaan akhlak diantara mereka.

Inilah cahaya Islam yang sangat dirindukan ingin segera diwujudkan untuk melanjutlkan kehidupan Islam dalam naungan khilafah rasyidah 'ala minhajinubuwah.Dengan spirit dan hikmah mujahid 212 merupakan cahaya ukhuwah dan k ebangkitan Islam yang hakiki. Sebagaimana dalam firman Allah SWT.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."(TQS.Al-Hujurat :10)
Allahu 'Allam bishowwab.[MO/sr]



Posting Komentar