Oleh: Misrawani, S.Pd
(Member Komunitas Muslimah Peduli Umat)

Mediaoposisi.com-Apa yang anda pikirkan ketika mendengar 212 sebelum akhir tahun 2016? Pasti yang terbayang adalah pendekar kapak sakti Naga Geni Wiro Sableng. Sang legenda yang melekat di ingatan masyarakat. Namun hal itu tidak lagi terjadi setelah tanggal 2 desember 2016. Masyarakat indonesia, bahkan dunia akan langsung mengingat perjuangan yang dilakukan oleh kaum muslim dalam membela agamanya. Dimulai dari Ahok yang dianggap melecehkan surah Al-Maidah ayat 51.

Di pusat ibu kota Jakarta jutaan orang berkumpul. Baik yang sepeda motor, mobil, pesawat, bahkan ada yang berjalan kaki berhari-hari hanya untuk membela agama mereka. Mereka menuntut agar yang melecehkan surah Al-Maidah segera di penjarakan. Perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Berkumpulnya umat Islam mampu memenjarakan Ahok selama 2 tahun.

Tahun ini reuni 212 2018 kembali membuat sejarah bangsa indonesia, bahkan dunia. Terbukti dari banyaknya media luar negeri yang memberitakan. Walaupun di indonesia banyak stasiun tv yang mendadak hilang signal. umat islam kembali berkumpul di Ibu Kota Jakarta bak lautan manusia. Bahkan diprediksi yang hadir di acara tersebut lebih dari 10 juta orang. Mereka berkumpul meninggalkan atribut partai, ormas. Berkumpul bersama dibawah panji tauhid yang sebelumnya dikenal sebagai bendera Ormas tertentu, dan baru- baru ini dibakar oleh orĂ ng yang tidak bertanggung jawab.

Dari acara Reauni 212 ini membuktikan pada dunia dan orang-orang yang membenci islam bahwa islam adalah agama yang Rahmatan Lil'alamin. Sekian juta orang berkumpul namun tidak ada kerusuhan. Tidak ada sampah bahkan rumput pun tidak terinjak. Berbanding terbalik dari opini yang selama ini banyak dituduhkan dan dialamatkan kepada kaum muslim. Bahwa umat islam itu adalah Teroris,  Radikal , intoleran, dan lain-lain.

Semoga acara Reauni 212 ini menjadi spirit baru bagi kaum muslim untuk menerapkan aturan Allah, agar menuju kebangkitan yang hakiki bagi umat islam indonesia bahkan dunia, bahwa mereka butuh aturan dari sang pencipta Alam, manusia dan kehidupan yang akan menghantarkan kepada kesejahteraan muslim maupun non muslim. Wallahua'lam...[MO/sr]

Posting Komentar