Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- 212 merupakan acara fenomenal dan inspiratif yang tidak bisa terjadi tanpa izin Allah. Mengumpulkan jutaan orang dalam pandangan demokrasi bukan hal yang mudah dan pasti membutuhkan dana besar. Bagaimana tidak masa reuni 212 tidak hanya berasal dari kawasan jabotabek tetapi jauh dari luar kawasan itu bahkan dari luar jawa atau luar negeri. 

Mereka naik bis, mobil pribadi, kereta api dan bahkan pesawat. Mereka rela jalan kaki menuju monas padahal jaraknya tidak dekat  Tentunya biaya yang tidak sedikit untuk transportasi. Belum lagi untuk biaya makan dan akomodasi. Sungguh hanya dengan semangat yang besar dan kuat untuk bersatu dan membela bendera tauhid sebagai simbol pemersatu umat Islam semua itu bisa terwujud. Mereka mampu melakukan semua itu meskipun harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit serta energi dan bahkan rela meninggalkan keluarga yang dicintainya untuk beberapa hari karena ingin umat Islam bersatu.

Partai politik mana yang bisa mengumpulkan masa sebanyak masa di reuni 212. Pasti tidak ada yang akan mampu karena untuk mengumpulkan masa sebanyak itu dalam pandangan demokrasi butuh biaya yang sangat besar. Masa tidak mau bergerak tanpa dibayar atau sering disebut masa bayaran. Berbeda dengan aksi reuni 212, masa bergerak karena semangat membeka agamanya meskipun tidak dibayar bahkan rela membiayai sendiri agar bisa ikut aksi ini.

Aksi reuni 212 telah mematahkan keyakinan pemahaman orang kebanyakan yang hidup di alam demokrasi. Subhanallah banyak kisah inspiratif yang muncul di aksi ini. Ada yang hanya mengeluarkan biaya transportasi saja karena konsusmi dan akomodasi ternyata sudah ada yang nanggung bahkan banyak orang rela menafkahkan sebagian rezeki mereka untuk kesuksesan acara ini. Sungguh menyentuh hati karena mereka saling membantu untuk mensukseskan acara ini meskipun penguasa tidak perduli, acuh dan berusaha menghalanginya.

Banyak orang menawari makan secara gratis. Tempat menginappun gratis karena terdorong oleh semangat ukhuwah yang tinggi sehingga banyak yang menawarkan sesuatu yang gratis selama mengikuti aksi reuni 212. Semangat saling membantu antara umat Islam harus dijaga tidak hanya pada aksi namun diteruskan diluar aksi untuk memperjuangakan Islam agar diterapkan secara kaffah sehingga Islam sebagai rahmatan lil 'alamin sungguh akan terpancar dan akan dirasakan tidak hanya umat Islam tapi seluruh umat di muka bumi ini.

Ternyata aksi ini juga menginspirasi saudara kita di Malaisya yang juga melakukan aksi yang serupa . Aksi ini sungguh menginspirasi umat Islam untuk bersatu dibawah panji tauhid dan merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang sempat terputus. Mereka melepaskan simbol kelompok dan rela mengangkat tinggi-tinggi panji al-liwa dan ar-raya yang akan mempersatukan umat yang telah terkoyak oleh kepentingan pribadi  dan kelompok yang memang sengaja dipecah belah oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan umat Islam bersatu.

Marilah kita jadikan reuni aksi 212 sebagai langkah awal untuk menyatukan umat Islam. Umat Islam adalah umat yang kuat dan akan membawa pada perubahan yang baik dan hebat tidak hanya untuk umat Islam saja tetapi juga umat seluruh alam ini jika mereka bersatu. Makar jahat yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam pasti akan gagal jika persatuan umat bisa terjaga.

Umat Islam jangan mau dipecah belah dan mau dilemahkan dan dikalahkan oleh mereka yang tidak ingin umat Islam bersatu. Mari kita jadikan aksi Reuni 212 pengingat bagi kita bersama untuk selalu bersatu dengan melepaskan baju golongan dan menggantikannya dengan baju tauhid yang akan menjaga ukhuwah dan persatuan umat.[MO/sr]

Posting Komentar