Oleh : Indri Ngesti R. 
(Pemerhati Sosial di Nganjuk) 

Mediaoposisi.com-Seperti yang dikutip dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurut beliau, dengan adanya Reuni 212 yang digelar turut meningkatkan geliat ekonomi Ibu Kota. Sebab, berbagai jenis usaha mulai dari penginapan hingga makanan bisa dinikmati peserta reuni yang tak hanya datang dari Jakarta.

“Jadi berkumpulnya banyak orang ini berkah bagi perekonomian yang usaha makanan, minuman, mendapat banyak sekali customer. Jadi bagi usaha kecil mikro menggerakkan luar biasa,” tambahnya.
Kita baru bicara soal Jakarta, banyak juga kegiatan ekonomi dari wilayah asal peserta yang notabene berasal dari seluruh penjuru Indonesia juga terdongkrak. Usaha transportasi darat, laut dan udara ramai terbooking, tidak ketinggalan usaha merchandise tauhid ramai diborong.

Ini adalah gambaran indahnya secuil barokah dari kegiatan aksi bela tauhid 212. Spirit bela tauhid dan bela Islam dapat menghidupkan laju ekonomi yang sebelumnya kembang kempis di era milenial. Kita baru bicara spirit Islam yang menggerakan. Bagaimana jadinya jika pemahaman tentang paradigma ekonomi Islam turut andil di dalamnya ??

Paradigma sistem ekonomi Islam tidak bisa dilepaskan dari paradigma Islam bahwasannya tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah dan akan ada hari penghisaban.

Risalah Islam diturunkan Allah dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna   mewujudkan ketentraman hidup, bukan sekadar memenuhi kebutuhan (atau keinginan), serta menjadikan perolehan kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi yang hendak diwujudkan oleh manusia.

Oleh karena itu, Islam menjadikan paradigma ekonomi berhubungan dengan perintah dan larangan-larangan Allah. Yakni dengan menghubungkan gagasan-gagasan yang menjadi dasar kepengurusan individu dan masyarakat, serta menjadikan langkah-langkah ekonomi sesuai dengan pendapat dan pemikiran Islam serta hukum Islam.

Membatasi perbuatan ekonomi dengan hukum syara’ sebagai undang-undang yang membolehkan apa yang dibolehkan Islam dan membatasi apa yang harus dibatasi. Inilah pengertian kegiatan ekonomi dalam Islam sebagai bagian dari ibadah kepada Allah yang implikasinya tidak berhenti di dunia saja, tapi sampai ke negeri akhirat karena semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya di sana kelak.

Semoga dengan spirit 212 kaum muslim akan semakin yakin dan mantab untuk memperjuangkan Islam, yang tidak berhenti hanya pada simbolnya tapi sampai pada penerapan Islam kaffah dalam kehidupan. Yang pada akhirnya melahirkan kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Mari jaga spirit bela Islam supaya Rahmah dan Berkah Islam terasa di seluruh penjuru dunia.

Posting Komentar