Oleh: Cahyani Pramita 
(Member Akademi Menulis Kreatif wilayah KalSel)

Mediaoposisi.com-Porak porandanya negeri ini memang telah lama terjadi. Krisis multidimensi senantiasa tak beranjak pergi. Dekadensi moral, merosotnya perekonomian hingga penistaan agama semakin membuat carut marut tak terperi.

 Agama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk Indonesia didiskreditkan hingga dikriminalisasikan. Pembubaran salah satu ormas islam, pernyataan tentang adanya masjid-masjid yang terpapar radikal serta kriminalisasi ulama menjadi beberapa bukti yang tak terelakkan lagi. Bukti bahwa rezim ini anti Islam dan sudah sangat nyata permusuhannya terhadap Islam.

Kabar gembira saat menyaksikan gelombang persatuan umat muslim Indonesia tampak semakin besar dengan terselenggaranya reuni 212 hari Ahad, 2 Desember 2018 lalu. Jumlah peserta yang mencapai 14 juta jiwa sungguh luar biasa. Tidak ada sepeserpun rupiah yang mereka peroleh, justru banyak rupiah yang harus mereka korbankan untuk mengikuti dan menyukseskan acara tersebut. Apa sebenarnya yang menggerakkan mereka semua?

Terwujudnya kesadaran umat Islam untuk membela agamanya adalah motivasi terbesar dalam melakukan reuni tersebut. Inilah yang disebut kekuatan iman. Kekuatan iman mengalahkan berbagai ancaman, intimidasi dan rintangan lainnya. Karena kecintaan kepada Allah dan Rasul Muhammad SAW lah membuat umat gerah atas peristiwa pembakaran al liwa dan ar royah. Membuat umat marah saat pelaku pembakar hanya di vonis sepuluh hari penjara dan denda Rp.2.000.

Kekuatan iman ini yang sangat ditakuti oleh para musuh-musuh Islam. Ketika iman sudah digenggam maka niscaya perubahan itu akan semakin dekat. Iman menuntut kita untuk taat 100% kepada ajaran Islam, bukan sekedar pembelaan pada separuh ajaran islam apalagi hanya sekedar pembelaan terhadap symbol tauhid. Iman yang mendorong kita untuk terikat pada seluruh aturan Allah dan menghilangkan segala rintangan dijalan ketaatan. Apapun (system) yang melarang kita untuk berislam kaaffah harus dicampakkan. Saatnya kita buktikan keimanan kita dengan moment yang lebih besar lagi. Jadikan reuni 212 ini mengokohkan iman, ketaatan dan keteguhan da’wah guna melakukan perubahan menuju system hidup islami hingga kita bisa reuni di surgaNya nanti,. Aamiin ya robbal ‘alamin.[MO/sr]


Posting Komentar