Oleh: Mochamad Efendi
Mediaoposisi.com-Tidak aneh jika PSI menolak poligami karena sebelumnya dia juga menolak Perda Syariah. Banyak musuh Islam yang sangat tidak suka jika ajaran Islam diterapkan secara kaffah. Mereka mencari-cari kesalahan dan kelemahan dari Islam padahal Islam adalah agama yang lurus yang memberikan solusi terbaik untuk kehidupan manusia. Namun, orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit tidak suka dengan syariat Allah yang mulia.
Jihad, hukum potong tangan, qishos dan juga poligami sering diserang oleh musuh-musuh Islam. Sangat disayangkan umat Islam terpancing untuk membela dengan memposisikan Islam sebagai pihak yang lemah dan tertuduh. Mereka kemudian menginterpretasikan Islam secara salah karena hanya ingin membela Islam.
Dalam hal poligami, jelas Syariat Islam membolehkannya. Namun karena dapat serangan yang gencar dari musuh-musuh Islam, sebagian umat Islam mencoba menjadikan adil sebagai syarat dalam berpoligami dan mereka juga memahami adil sebagai hal yang manusia tidak mampu untuk melakukannya.
Dengan kata lain poligami tidak mungkin dilakukan karena terbentur syarat adil secara mutlak. Sering umat Islam tidak menyadari bahwa dengan memposisikan Islam sebagai pihak yang tertuduh dan pihak yang lemah yang perlu dibela, mereka telah merendahkan ajaran Islam yang mulia yang akan menjadi solusi terbaik bagi kehidupan manusia.
Poligami adalah sesuatu yang dibolehkan walaupun ada sebagian manusia yang tidak menyukainya. Bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita dan sebaliknya bisa jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita. Allah Maha mengetahui segala sesuatu, yang baik dan yang buruk bagi manusia. Sementara manusia sering salah dalam menilai sesuatu.
Poligami adalah syariat Allah dan tidak boleh kita menolaknya walaupun sebagian merasa ini adalah bentuk diskriminisai terhadap perempuan. Mereka hanya menggunakan perasaan saat memandang poligami tetapi tidak melihatnya secara komprehensif sebagai solusi terbaik bagi umat manusia.
Ada beberapa alasan kenapa kita harus menerima poligami. Pertama, syariah Allah membolehkan poligami sehingga seorang Muslim sejati harus menerimanya sebagai bentuk ketundukan dan keimanan kita kepada syariat Allah. Seperti yang disampaikan di dalam al-Qur'an surat an-Nisa' (4): 3, poligami diperbolehkan sekaligus dibatasi sampai empat.  Kita tidak boleh membenci sesuatu yang dibolehkan Allah. Membenci poligami berarti membenci syariat Allah.

Kedua, Allah pasti lebih tahu bahwa poligami adalah solusi atas permasalahan manusia dalam hidup yang hanya orang-orang yang mau berfikir saja mampu melihat hikmah dari poligami. Allah yang telah menciptakan manusia memahami bahwa seorang laki-laki memiliki tabiat hasrat seksual yang tinggi sehingga jika satu istri tidak mampu mengimbangi hasrat suami bisa jadi karena sakit atau lemah maka seorang suami akan merasa resah dan sebagian yang tidak kuat imannya akan memilih untuk berzina dengan wanita lain.
Oleh sebab itu, islam memberikan poligami sebagai solusi. Bisa jadi seorang istri yang mandul sementara suami menginginkan keturunan padahal mereka masih saling mencintai, maka poligami bisa jadi solusi.
Sebuah fakta menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih banyak dari laki-kaki. Jika poligami dilarang maka banyak perempuan yang tidak menikah atau bahkan memilih berzina. Maka poligami bisa menjadi solusi untuk permasalahan manusia. Poligami bukan wajib ataupun sunah. Namun poligami bisa menjadi pilihan yang diperbolehkan hukum syara' agar manusia tidak terjerumus pada perbuatan zina karena poligami datang sebagai solusi.
Membenci poligami sama dengan membenci syariat Allah. Menerima poligami adalah bentuk ketundukan kita pada syariat Allah walaupun hati kita tidak menyukainya. Kita harus yakin jika Allah membolehkan sesutau pasti ada kebaikan di balik semua itu.

Posting Komentar