Mediaoposisi.com- Gowa- Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Muh Ridwan, memutuskan mundur dari jabatannya sekaligus sebagai kader partai. Ia tidak sepakat dengan kebijakan partai soal penolakan perda syariah. Kebijakan PSI sangat-sangat tercemin bahwa PSI ini adalah Sekuleris dan Sosialis yang menjauhkan Islam dari Negara Indonesia.

Hal ini bukan karena orang-orang Islam yang Intoleran seperti judgement PSI yang tertempel dalam spanduknya yang menyudutkan pandangannya pada Islam sendiri. PSI sangatlah munafik dengan berbagai jargon dan janji sok manisnya yang jelas itu besok pasti tidak akan melakukannya.

"Salah satunya itu (kebijakan partai), soal kebijakan perda syariah," kata Ridwan saat dihubungi di Makassar, sebagaimana dilansir Antara, Senin (17/12/2018).
Ridwan menambahkan, sebenarnya hal itu tidak bisa dibenarkan karena, dalam konstitusi, sumber hukumnya tidak lepas dari agama. "Sebab orang tidak bisa dilarang apabila daerahnya ingin menerapkan perda syariah," katanya. [MO/ge]

Posting Komentar