Oleh : Eka Puji Margianti
(Aktivis Forum Intelektual Muslimah) 

Mediaoposisi.com-Poligami adalah syariat islam yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Serangan yang dilancarkan untuk menghancurkan islam terus digencarkan oleh kaum kapitalisme.

Donasi Save Muslim Uighur

Mereka membuat isu yang terus disebarkan,bertujuan hanya untuk menghambat kebangkitan islam. Ketua umum PSI (partai solidaritas Indonesia) yaitu Grance Natalie dengan gamblang menolak poligami dan melarang keras kader atau caleg PSI melakukan poligami.

"Tapi kita tidak boleh lupa, di tengah berbagai kemajuan, masih ada banyak perempuan mengalami ketidakadilan. Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan," sebut Grace.

"Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami. Apakah kalian akan rela jika ibu kalian diduakan? Apakah Bro and Sis rela jika kakak atau adik Bro and Sis dimadu? Apakah Bro and Sis rela jika anak Bro and Sis menjadi istri kedua atau ketiga? Tidak, kita pasti tidak rela!" imbuhnya

Namun, pernyataan Grace ini mendapatkan dukungan besar dari beberapa kalangan yang notabene mereka beragama islam. Seperti Tsamara amani,Guntur Romli,dan lainnya.
Tidak kalah terkejutnya musisi yang terkenal pada zamannya Giring Nidji kader PSI berstetmen mendukung untuk menolak Poligami.

"Jika poligami bertujuan untuk mewujudkan keadilan, inikah keadilan bagi perempuan Indonesia? Saya Giring Ganesha, berdiri di sini sebagai seorang anak yang mencintai ibu saya, sebagai seorang suami yang mencintai istri saya, sebagai seorang ayah yang mencintai anak-anak saya, sangat menentang dengan perilaku poligami," kata Giring Nidji pada akhir tayangan video yanh diunggahnya di instagram.(TribunJakarta.com, Selasa, 18 Desember 2018)

Islam adalah agama mereka, tapi mereka melupakan aturan islam yang sudah jelas ada di dalam alquran dan as sunnah.Apakah mereka tidak paham akan syariat islam, atau apakah memang meraka ingin mencari dukungan???

Pada tahun pemilu saat ini banyak kalangan yang terus terang mencari dukungan dengan mempersekusi syariat islam.

Saat ini Poligami dianggap representasi mengenai keadilan di kalangan perempuan.Keadilan seperti apa yang ingin mereka perjuangkan dengan menolak syariat islam? Bagaimana kabar masyarakat yang saat ini menghalalkan pacaran, padahal jelas pacaran diharamkan islam? Sehingga aborsi akan menjadi efek dari zina yang dibebaskan.

Pelaku penolakan poligami yang dilakukan oleh mereka membuktikan jelas lemah dalam pemahaman syariat islam. Mereka membuktikan penolakan poligami hanya mencari sensasi ataupun mencari dukungan kepada masyarakat dengan mengatasnamakan sebuah keadilan perempuan.

Keadilan yang diperjuangkan mereka hanyalah keadilan semu yang dimana malah melanggar kodrat perempuan dalam islam. Padahal, islam begitu memuliakan perempuan dengan aturan islam.

Para penentang poligami harus mempelajari tsaqofah islam agar pemikiran asing yang sudah tertanam di jiwa mereka dapat terhapuskan. Sehingga mereka akan paham akan syariat islam, agar tidak mengharamkan sebuah aturan hanya dengan logika yang tidak berakal, menjelaskan dengan penuh ambisi untuk mempropaganda umat islam dengan menghukumi tanpa sebuah Nash alquran.

Dengan adanya tsaqofah islam mereka akan paham dengan syariat islam, mereka akan mudah menerima dengan penuh suka cinta sebagai ketakwaan dan akan paham kodrat mereka sebagai hamba ALLAH SWT.

Allah SWT berfirman” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku “. (QS Az Zariyat: 56).

Jelas di surah az zariyat manusia hanya diciptakan untuk menyembah Allah, bukan mencari kekayaan atau sebuah jabatan yang jelas itu adalah keindahan yang fana di dunia.

Pemikiran Barat sudah mulai merusak akal mereka, berani melawan agama hanya demi sebuah kebahagiaan fana, pernikahan sebagai ibadah kini dirusak oleh pemikiran Barat, pacaran yang jelas zina dan menimbulkan kemudharatan mendapatkan dukungan besar. Alhasil, kapitalisme telah menancap kuat di diri kaum muslim, dapat kita lihat banyak orang yang mencari sebuah kebahagiaan dengan melawan hukum islam.

PANDANGAN DALAM ISLAM
Ideologi Islam dan kapitalisme pasti berbeda dalam memberikan sebuah aturan,karena jelas kita pahami keduanya mempunyai asas yang berbeda. Islam adalah agama yang memiliki aturan jelas dalam kehidupan hambanya.

Aturan yang dibebankan kepada hambanya bukan sebagai aturan yang akan menyiksa ataupun aturan yang mengekang kehidupan Mereka tetapi, sebaliknya islam memberikan aturan yang adil untuk hambanya, khususnya mengenai keadilan perempuan islam begitu menjaga kehormatan seorang perempuan. Sedangkan kapitalisme hanya berasaskan sebuah kebebasan, kebahagiaan orang kapitalisme dengan memisahkan agama dengan kehidupan.

Dan Allah juga berfirman; "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawin-ilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya"(Qs.An nisa ;3)

Jelas, surah An-nisa ayat 3 menjelaskan hukum poligami adalah mubah, dengan catatan jika tidak mampu berlaku adil, maka nikahilah seorang saja.

Karena kita paham segala sesuatu yang kita miliki akan dipertanggung jawabkan termasuk masalah poligami.Apakah kita sebagai seorang manusia biasa pantas untuk menolaknya sedangkan Allah telah Menjelaskan dengan firmannya sedangkan tauladan terbaik kita yaitu Rasulullah telah mencontohkannya?

Apakah kita mempunyai hak untuk menolak syariat islam?

Salah satunya tujuan pernikahan adalah mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT, mencari keridhoannya dalam ketakwaan.Dengan menikah kita akan menyempurnakan agama kita, menambah iman dan menjaga kehormatan seorang perempuan.Keadilan perempuan yang di perjuangan mereka penyembah pemikiran kapitalisme hanya sebuah keadilan yang fana.

Islam telah menempatkan posisi perempuan ditempat tertinggi dan mulia, syariat terus menjaga perempuan agar tidak hanya dijadikan pemuas nafsu lelaki saja, bagaikan sebuah barang yang dapat di buang kapan saja mereka suka.Poligami adalah salah satu syariat islam untuk menjaga kehormatan seorang perempuan, menjauhkan mereka dari fitnah dan zina.

Allah SWT berfirman :“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Jika keadilan perempuan yang menjadi sebuah tujuan, bukankah islam jelas memberikan keadilan sebagaimana kodratnya. Sesungguhnya hanya Allah lah yang maha adil, dengan aturan islam lah perempuan merasakan keadilan sesuai kodratnya.

Dengan menentang poligami dengan memperjuangkan keadilan itu adalah perbuatan salah, karena penolakan syariat islam termasuk pembatalan iman yang merubah hukum islam.

Posting Komentar