Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-"Pertama kali, saya begitu mau mendukung Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan pak Jokowi PKI, saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, China" La Nyalla, (11/12).

Dulu, dulu sekali, tapi masih dalam era sosmed, belum sampai abad Jahiliah atau era pra sejarah sebelum manusia mengenal tulisan. Ada makhluk Tuhan, namanya JAINUDIN NGACIRO. Berulang kali risih disebut PKI, pingin Tabok orang yang sebut dirinya PKI, tapi si JAINUDIN ini ngeluh tidak tahu siapa orangnya.

Sekarang ada makhluk baru, setelah tak menyala di pilgub Jatim, mencoba meniti mati matian merapat ke rezim. Dia buat pengakuan dosa, dialah yang tebar fitnah isu rezim PKI, China, Kristen.

Jadi geregetan, bagaimana eksen dan gaya JAINUDIN NGACIRO menampar La Nyala. Apa di bagian pipi, atau pelipisnya, mungkin juga arah muka (area hidung, mulut dan pelipis). Itu Klo Jaenudin benar-benar konsisten, bukan hoax, atau sekedar gertak sambal.

Tamparan (baca: tabokan) si NGACIRO juga untuk mengkonfirmasi apakah pengakuan dosa la nyala jujur atau bagian dari tipu-tipu politik untuk membangun citra rezim yang limbung dan nyaris tersungkur. Peristiwa ini juga penting bagi sejarah anak bangsa, yang memberi teladan tentang komitmen, konsistensi, dan tabokan maut.

Kelak orang akan membekas dalam benaknya, bahwa 'isu PKI bisa berujung Tabok di pipi'. Tapi Kalo ingkar, ya wajar saja rezim NGACIRO ini disebut rezim pinokio, tukang kibul, tukang tipu, tukang boong.

Tabokan JAINUDIN NGACIRO ini juga penting bagi la nyala, agar ketauan la nyala akting atau jujur. Meskipun, sulit mempercayai kejujuran politisi. Pengakuan itu didasarkan atas kepentingan. Kelak, mudah saja la nyala balik kanan, saat rezim JAINUDIN NGACIRO ini tumbang.

Tapi saya wanti-wanti, pesan sangat agar adegan 'Tabok' ini direkam, divideokan, agar diabadikan dan diviralkan keseluruh penjuru negeri. Titel yang saya usulkan untuk video : JAINUDIN NGACIRO BERAKSI, SATU TABOK MEMATIKAN MENDAMPRAT MATALITI.

Ini serius loh, bukan guyonan. Biar rakyat benar-benar hormat (baca: takut) sama JAINUDIN NGACIRO. Jika tidak, selamanya JAINUDIN NGACIRO hanya akan jadi bahan buliying. Ini momentum untuk membuktikan, seberapa ksatria JAINUDIN NGACIRO. Jika tidak, ya dia masih berada dibawah ketiak mataliti.

Salam NGACIRO. [MO/ge]

Posting Komentar