Oleh: Eka Putri
(Aktivis Mahasiswi)

Mediaoposisi.com-Bulan Desember ini tepatnya pada tanggal 2 ummat islam dari berbagai daerah di pelosok Indonesia datang ke monas dengan agenda reuni bela islam, hal ini sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Bernard bahwasannya “Peristiwa fenomenal Aksi Bela Islam jilid 1 2016 pada 2 Desember kita hadir ditempat ini untuk laksanakan reuni, pertemuan kembali sebagai rasa syukur bahwa pada hari ini diingatkan kembali pada spirit perjuangan 212 yang telah menggemparkan seluruh dunia” (2/12).

Bantu Azzam membangun media Por-Islam

Bendera al liwa dan ar rayya pun turut berkibar dalam acara ini. Bendera dan panji Rosulullah ini tidak lagi menjadi hal yang ditakuti oleh ummat, namun ummat sudah mengenali dan justru bangga dengan bendera tauhid ini. Pada acara ini berbagai macam warna bendera tauhid berkibar namun tetap saja masih didominasi oleh bendera berwarna putih dan hitam.

Pada kesempatan yang sama ketua Steriing Committee reuni akbar mujahid 212 Muhammad Al-Khattah mengatakan, pengibaran bendera ini sebagai pernyataan bahwa bendera berkalimat tauhid bukanlah bendera ormas terlarang.

Persatuan itu sungguh nyata adanya. Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari ulama, artis, pengusaha dan berbagai lapisan masyarakat lain, ini menunjukkan satu hal yang dapat kita simpulkan bahwasannya ummat mampu bersatu dalam membela kalimat tauhid. Kalimat tauhid merupakan pengikat, yang dapat mengikat ummat dalam satu visi yang satu meski berasal dari berbagai macam profesi yang berbeda.

Pada akhirnya ummat mampu menyadari dan memahami bahwa bendera tauhid merupakan bedera pemersatu kaum muslimin, bahwa pada dasarnya ummat mampu bersatu dibawah kecintaannya terhadap kalimat tauhid.

Bendera ummat kini telah sungguh-sungguh kembali kepada pemiliknya yag dengan bangga mengibarkannya, menjaganya bahkan ummat dapat bersatu karenanya. Sungguh persatuan itu kian nyata. Bahwa kaum muslimin tak lantas akan diam terhadap apapun kedzoliman yang ada, terlebih jika kedzoliman itu terkait dengan izzah agama kita.[MO/ge]

Posting Komentar