Oleh : Anggi Rahmi
(Suara Muslimah Pemerhati Perempuan dan Generasi )

Mediaoposisi.com-Gema takbir membahana di udara pada gelaran reuni akbar 212 yang dihadiri hampir sepuluh juta umat Islam. Kibaran al-liwa dan ar-rayah memenuhi tiap sudut aksi  bela tauhid. Kerinduan umat berada di bawah satu kepemimpinan Islam sangat jelas tergambar pada aksi ini. Inilah saatnya umat satukan langkah untuk menyambut kembalinya negara adidaya perisai umat nan mulia yakni Khilafah Rasyidah.

Umat Meluap di Jantung Indonesia

Mediaoposisi.com-Siapapun yang hadir dalam aksi bela Islam 212 tahun 2016, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk hadir dalam aksi bela tauhid 212 tahun 2018, pastilah semuanya mendapat kesimpulan yang sama : PESERTA AKSI BELA TAUHID 212 TAHUN 2018 LEBIH BANYAK DARI PESERTA 212 TAHUN 2016.

VIVA.-Wakil ketua MPR RI ini mengingatkan, NKRI dan Pancasila harus terus dijaga. Karena para ulama dan kiai ikut serta memperjuangkan hal tersebut melalui resolusi jihad pada era perang kemerdekaan. "Maka saudara-saudara, sahabat, ikhwan-ikhwan, seluruh keluarga besar kaum muslimin hendaknya hati-hati. Jangan teperdaya oleh ide khilafah. Itu hanya ide yang akan membahayakan NKRI dan memecah belah," ujarnya.

Atas dasar itu, mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini mengimbau para peserta aksi reuni PA 212 untuk tetap menjaga persatuan dan menaati hukum yang berlaku. https://www.viva.co.id/berita/politik/1099267-muhaimin-iskandar-ingatkan-reuni-212-tak-ditunggangi-politik

https://news.detik.com/berita/4326494/amien-rais-hingga-hnw-hadiri-reuni-212-di-monas?utm_source=facebook&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_campaign=cmssocmed&fbclid=IwAR3azI5lWDWqUKMqH6wYt_AD4K_hiecos0Qy_yuJPD2bzMKKSCoxi85JSU

Penguasa Zalim Alergi Islam itu Wajar
Monumen Nasional (Monas) itu kembali menjadi saksi betapa dahsyatnya gelombang persatuan umat Islam di seluruh Inodnesia.  Persatuan itu menggentarkan pihak penguasa zalim juga para islam-mofobia. Bahkan yang sangat menakjubkan ialah jumlah peserta aksi bela tauhid 212 ini melebihi peserta aksi 212 dua tahun lalu yakni hampir mencapai sepuluh juta massa muslim.

Anehnya, aksi heroik bela kalimat tauhid  ini justru di tanggapi lain oleh wakil ketua MPR RI dengan pernyataan-pernyataan paradoksnya yang mengatakan jangan terperdaya isu khilafah. Tetap jaga NKRI. Nah inilah salah satu pernyataan lemah dari salah seorang islamofobia.

Entah apa yang ada di dalam benak penguasa, sehingga mereka sangat alergi mendengar kata-kata khilafah. Sekali lagi kita tidak perlu ambil pusing dengan sikap penguasa yang paranoid terhadap persatuan umat Islam. Ini adalah hal yang biasa terjadi karena jika sistem kita masih dipimpin dengan sistem kapitalis-imperialis, maka akan selalu ada penguasa zalim yang anti Islam.

Penguasa zalim saat itu sangat takut, menggigil dan  lemah. Mata mereka terbelalak, nafas mereka sesak, denyut jantung mereka melemah, tubuh mereka menggeletar, bagaikan ayam yang disembelih siap menemui ajalnya. Itulah gambaran penguasa zalim ketika menyaksikan aksi bela kalimat tauhid ini.

Jika sudah begitu rezim kapitalis sekularis ini sebantar lagi juga akan menemui ajalnya. Kita harus siapkan perayaan bagi keruntuhan dan kegagalan rezim zalim ini, untuk segera mempersiapkan penggantinya dengan sistem Islam nan mulia yang berasal dari sang pencipta jagad raya ialah Khilafah Rasyidah. 

Bersiap Untuk Sambut Khilafah
Khilafah merupakan suatu kepemimpinan umum umat Islam di dunia sebagai pelaksana hukum syara’ dalam daulah, dan mengemban dakwah islam ke seluruh penjuru dunia. Peran penting khilafah sebagai institusi pelaksana syari’at Islam diantaranya yaitu pertama: sebagai penjaga akidah umat karena akidah atau keimanan adalah perkara yang sangat penting bagi umat Islam.

Kedua: khilafah menjaga kebutuhan rakyat. Ketiga ; akan memberantas tindak kriminalitas yaitu politik ekonomi Negara Khilafah adalah menjamin pemenuhan kebutuhan pokok tiap individu (sandang, pangan, papan). Adapun Kebutuhan pokok masyarakat dalam bentuk pendidikan, kesehatan, dan keamanan itu semua fasilitasnya disediakan oleh khilafah tanpa biaya (gratis).

Ketiga: Khilafah akan memberantas kriminalitas. Hal ini dilakukan dengan dua tindakan yaitu, pencegahan tindak kriminalitas dengan penerapan syari’ah Islam di tengah kehidupan dan penjatuhan sanksi (uqubat) bagi tersangka.

Keempat: khilafah akan menjaga keutuhan negara dan mengemban dakwah Islam. Khilafah menerapkan beberapa hukum syariah Islam yang apabila diterapkan akan dapat menjaga negara.
Begitulah bentuk keseriusan Khilafah dalam melindungi rakyatnya dari ancaman-ancaman yang berusaha merusak akidah umat.

Sebagai institusi yang dipimpin oleh pemimpin yang senantiasa amanah dan takut kepada Allah SWT. Sehingga tidak ada penguasa yang berani melanggar hukum syara’. Maka keindahan Islam  itu memang dapat dirasakan.

Jika pemahaman ini telah menggejala di tengah-tengah umat, menjadi kerinduan umat, mereka akan menuntut penguasa menerapkan syariat Islam. Mereka akan turun Kejalan, memenuhi seluruh ruang-ruang publik, meneriakan yel-yel kebangkitan, menuntut penegakan Khilafah.

Agenda reuni 212 ini menjadi cerminan bagi umat Islam bahwa kehadiran perisai umat itu bukan lah hal yang utopis, tetapi ia adalah janji Allah. Sabda rasulullah Saw, “..akan datang kembali masa Khilafah Rasyidah dengan metode kenabian. Kemudian Nabi saw diam”. (HR. Imam Ahmad dan Al Bazzar).

Maka saudaraku, bukankah kita rindu menjadi umat terbaik? Bukankan kita rindu dijadikan umat yang berkuasa? marilah kita bersiap menyongsong abad kegemilangan ini dengan menyatukan langkah untuk menerapkan Islam kaffah dibawah Naungan  Khilafah sehingga terwujudlah Islam yang Rahmatan lil “Alamiin.[MO/ge]

Posting Komentar