Oleh : Aufa Adzkiya
(Aktivis Dakwah Kampus dan Pegiat di Pena Langit)

Mediaoposisi.com-Tidak akan pernah bisa terlupakan momentum Akbar Mujahid 212 di Nusantara ini.  Spirit perjuangan mulai dari tahun 2016 yang tidak padam dan semakin memuncak di tahun-tahun selanjutnya telah berhasil menghemparkan dunia.

Aksi 212 tahun 2018 ini yang mengambil tema “Dengan Tauhid Kita Menuju Kejayaan NKRI” yang dihadiri lebih dari 10 juta orang mampu menjebol media luar negeri. Beberapa contoh diantaranya ialah Media Turki, Anadolu Agency memberi judul "Indonesia: Millions gather for anti-government rally" dalam headline portal beritanya.

Southeast Asia dalam judul beritanya menyebutkan puluhan ribu umat muslim konservatif berdemonstrasi di Jakarta. AFP News Agency dalam jejaring resmi you tube-nya menuliskan reuni tersebut berlangsung dengan damai. Straitstimes juga memberitakan Reuni Akbar 212, dengan menuliskan muslim konservatif Indonesia menggelar pertemuan besar di Jakarta. (Republika.co.id)
Namun disayangkan stasiun tv di nusantara ini mendadak kehilangan signalnya kecuali tv one.

Sebelum aksi memang sudah banyak yang mencoba untuk menggembosi semangat kaum muslim yang akan mengikuti aksi 212. Namun semangat persatuan dan kecintaan terhadap islam tidak menjadikan kaum muslim surut semangatnya walaupun terjadi banyak rintangan yang menghadang.
Tidak sedikit mereka yang mengorbankan harta, benda dan jiwa mereka.

Begitu banyak orang-orang yang menyediakan makanan dan minuman secara gratis, bahkan terdapat peserta yang  dihadang dengan bis tidak boleh dinaiki mereka dan tiket kereta di cancel sehingga mereka menyewa pesawat, masyaAllah.

Peserta yang hadir pun tidak tanggung-tanggung ada mulai dari bayi sampai lansia turut hadir, dari rakyat biasa, ulama sampai artis-artis pun turut hadir, bahkan terdapat pula yang disabilitas dan nonmuslim juga turut hadir.

Semangat persatuan dan kebangkitan kaum muslim ini harus senantiasa kita jaga dan kita tingkatkan. Kesadaran kaum muslim mengenai kondisi rusak dan ingin bangkit sudah semakin terasa. Inilah bukti kabar gembira dari Rasulullah SAW bahwa kaum muslim suatu saat akan bangkit dan memimpin dunia kembali sudah semakin dekat, seperti dalam sabdanya:

 “Akan ada fase kenabian ditengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada fase khilafah berdasarkan metode Kenabian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya.

Kemudian akan ada fase kepemimpinan yang dzalim. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada penguasa dictator. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali  khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian Nabi SAW, diam”. (HR. Ahmad)

Bahkan National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future dikeluarkan pada Desember 2004. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario besar dunia ditahun 2020, yaitu;

Davod World: digambarkan bahwa pada tahun 2020 Cina dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

Pax America: pada tahun 2020 dunia masih dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Pax Americana-nya.

Cycle of Fear (munculnya lingkaran ketakutan). Di dalam skenario ini respon agresif pada ancaman teroris mengarah pada pelanggaran atas aturan dan sistem keamanan yang berlaku. Akibatnya akan lahir dunia Orwellian ketika pada masa depan manusia menjadi budak bagi satu dari tiga negara otoriter.

A New Chaliphate: berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global.

Terlepas dari apa sebenarnya tendensi dikeluarkannya ramalan peta politik dunia global 2020. Namun kita dapat melihat bersama jikalau mereka orang Barat saja yakin bahwa islam akan kembali memimpin dunia, maka seharusnya kita sebagai seorang muslim harus lebih yakin lagi bahkan tidak hanya sekedar yakin melainkan sudah seharusnya kita terdepan memperjuangkannya untuk menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara keseluruhan diatas bumi-Nya.[MO/ge]

Posting Komentar