Haniefa Amanniya Shofaa
STP SMA Khoiru Ummah Sumedang

Mediaoposisi.com-Acara reuni 212 Aksi Bela Tauhid telah berlalu namun rupanya banyak kaum muslim yang belum bisa move on dari momen besar berkumpulnya umat Islam. Untuk mengikuti acara reuni tersebut, mereka berlomba-lomba datang ke Monas dari berbagai wilayah dengan beragam cara untuk ditempuh. Bahkan datang dari luar negeri sekali pun. Semua upaya dilakukan demi hadir di antara jutaan saudara muslim dalam rangka membela panji Rasulullah.

Kehadiran lebih dari 8 juta umat Islam menyita perhatian khalayak. Jumlah ini melebihi massa di Aksi Bela Islam 2016 lalu. Mereka datang dari berbagai organisasi, kelompok, dan mazhab. Selain dipadati oleh jutaan manusia, lokasi acara pun dipenuhi dengan banyaknya al-liwa' dan ar-rayah yang berkibar. Setiap orang bangga ketika memakai atribut kalimat tauhid. Bukan hanya bendera tauhid dengan warna hitam dan putih yang berkibaran disana, namun bendera warna-warni hadir di acara 212. Salah seorang peserta reuni akbar menegaskan bahwa ditulis dimana pun, kalimat tauhid tidak akan berkurang kemuliaannya.

Dari rangkain aksi yang dilakukan umat Islam di seluruh Indonesia mengingatkan kita bahwa persatuan kaum muslim harus dibangun atas asas tauhid. Dari berbagai profesi dan kalangan bersatu demi mewujudkan satu visi yang sama yaitu meninggikan kalimat tauhid. Ketika Allah SWT memerintahkan untuk bersatu, maka jelas yang dikehendakinya adalah persatuan atas ikatan yang hakiki. Ikatan yang tidak memandang perbedaan selain iman dan taqwa. Karena itu, kita selalu diperintah untuk bersatu dengan memegang erat tali agama Allah, yaitu bersandar kepada prinsip kesatuan dalam syariat Islam.

Lalu, bagaimana jika ada segolongan umat yang menganggap bahwa persatuan umat Islam dibawah kalimat tauhid adalah hal yang utopis? 212 jawabannya, bahwa persatuan umat Islam dibawah kalimat tauhid adalah keniscayaan yang harus dijemput dan diperjuangkan dengan optimis. Allah SWT. berfirman yang artinya: "Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (Q.S Al-Ma'idah 5:50).

Ikatan aqidah merupakan sebuah persatuan yang akan mendekatkan umat kepada aturan Allah secara menyeluruh dengan menghilangkan sistem sekuler demokrasi. Kekuatan ikatan ini dapat menembus batas dan sekat Negara, sehingga umat Islam di seluruh dunia dapat mewujudkan persatuan hakiki di bawah naungan panji Rasulullah. Dan sungguh saat ini kita bisa menyaksikan bahwa persatuan di bawah kalimat tauhid adalah realitas, bukan sekedar utopis.

Posting Komentar