Oleh:Lia Sulastri
(Member Akademi Menulis Kreatif )

Mediaoposisi.com-Reuni Akbar yang digelar sebagai aksi bela tauhid pada tanggal 2 Desember kemarin masih menyisakan semangat persatuan bagi setiap muslim. Bagaimana tidak, jutaan umat muslim datang dari berbagai pelosok tanah air tanpa mengenal status apakah ia kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa, orang dewasa bahkan anak-anak semua tumpah ruah memenuhi Monas dan sekitarnya.

Tidak hanya dibanjiri oleh lautan manusia, reuni Akbar ini pun dibanjiri oleh lautan bendera tauhid sebagai lambang persatuan umat muslim. Bendera yang berlafadzkan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah Muhammadarrosulullah ini menjadi saksi bahwa umat mampu bersatu dibawah naungan nya.
Tentu ini bukan hanya sekedar perkara berkumpulnya umat semata, namun dibalik itu semua berkumpulnya seluruh umat muslim adalah dengan membawa tekad dan cita-cita yang sama, yaitu mempersatukan umat dalam satu naungan yang sama, tanpa sekat dan golongan, yang tiada lain adalah naungan Islam.

Hal ini menjadi bukti bahwa umat memiliki satu pengikat dan satu visi yaitu menegakkan kalimat tauhid, kalimat yang menjadi sandaran hidup dan matinya kaum muslim, kalimat yang menjadi tonggak persatuan seluruh kaum muslim di seluruh dunia.

Dengan adanya momentum aksi bela tauhid ini umat semakin tersadarkan akan pentingnya persatuan seluruh umat muslim yang selama ini tercerai berai oleh sekat dan golongan. Seluruh umat bersatu padu membela kalimat yang sama, yaitu kalimat tauhid sebagai bentuk perjuangan. Perjuangan untuk menegakkan agama Allah SWT sebagai agama yang Haq.

Persatuan umat inilah yang akan membawa umat pada persatuan hakiki yang akan membawa umat pada perubahan yang hakiki.

Perubahan yang mampu mendorong umat untuk senantiasa menjadikan Allah aza wa jalla sebagai sosok tunggal pembuat segala hukum dan aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan meninggalkan hukum kufur demokrasi sekulerisme yang sudah jelas-jelas menggiring umat pada kehancuran, membuat umat terjebak dalam kondisi terpuruk yang jauh dari aqidah keimanannya kepada Allah SWT.

Maka, persatuan hakiki bukanlah mimpi bagi umat, karena umat kini telah bangkit pada kebangkitan yang hakiki menuju tegaknya 'izzul islam wal muslimin dalam naungan daulah khilafah 'ala minhajjinnubuwah.[MO/sr]


Posting Komentar