Oleh : Dini tri azra

Mediaoposisi.com-Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia ,Grace nathalie kembali melontarkan pernyataan kontroversi. Setelah sebelumnya membuat publik marah dengan pidatonya yang menyatakan bahwa partainya akan berjuang menolak perda syariah,kini dia menyatakan bahwa partainya juga menolak praktek poligami.

“PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” kata Grace dalam pidato politiknya di Festival 11, di Jatim Expo International Surabaya . Setelah itu,dia juga melanjutkan dengan penegasan bahwa gagasan itu juga akan menjadi perjuangan PSI,apabila berhasil menduduki kursi di DPR.

"Kami akan memperjuangkan revisi undang-undang No.1 Tahun 1974,yang membolehkan poligami " Menurutnya praktek poligami di Indonesia selama ini,hanya menyakiti pihak perempuan ,membuat mereka tersiksa,dan berakibat terlantarnya anak-anak. Jika menilik keyakinan dari Grace yang memang non muslim,kita bisa memaklumi ketidak pemahamannya akan syariat Islam yang membolehkan poligami.

Namun,pernyataan Grace ini juga didukung oleh kader-kader  lain,yang notabene beragama Islam. Seperti Tsamara amani,Guntur Romli,dan lainnya.Giring ganesha personil band Nidji yang juga kader PSI ,dalam videonya mengatakan,"jika poligami bertujuan untuk mewujudkan keadilan  inikah keadilan bagi para perempuan?

Saya Giring ganesha,berdiri disini sebagai seorang anak yang mencintai ibu saya,sebagai suami yang mencintai isteri saya,dan ayah yang sangat mencintai anak-anak saya,sangat menentang perilaku poligami. Dan bersama PSI,berkomitmen untuk melindungi perempuan Indonesia." Apakah Giring dkk,tidak memahami bahwa poligami bagian dari syariat Islam,ataukah ini hanya sensasi,untuk meraih simpati kaum perempuan,yang umumnya tidak suka di poligami?

Meski begitu,ada juga salah satu kader PSI dari Kabupaten Bone,Nadir amir yang memilih mundur sebagai kader,karena tidak setuju dengan larangan poligami oleh ketua umumnya itu,alasannya karena poligami sudah ada sejak jaman Nabi,dan dia juga mengaku jika ayahnya sendiri memiliki empat isteri.

Ketika poligami,dianggap sebagai representasi ketidakadilan terhadap perempuan,bagaimana dengan perilaku pacaran dikalangan remaja,yang kerap meninggalkan jejak kelam bagi anak perempuan,hilangnya kehormatan,hamil diluar nikah,hingga aborsi?

Bagaimana pula,dengan prostitusi,yang menjadikan perempuan hanya sebagai obyek pelepas syahwat,dan penyebab hilangnya martabat? Atau ketika banyak isteri yang terkena virus HIV/AIDS,dikarenakan suaminya sering jajan diluar? Benarkah,dengan menolak poligami perempuan jadi terlindungi?

Orang-orang yang menentang poligami,kalaupun dia beragama Islam biasanya adalah orang yang lemah pembelaannya terhadap syariat Islam. Pikirannya pasti sudah dijejali dengan pemikiran asing,yang memang tidak menghendaki kebaikan bagi agama Islam. Makanya mereka seringkali menunjukkan penentangan terhadap syariat,dan memilih untuk mengikuti peradaban barat yang dinilai lebih moderat.

Dan hendaknya mereka mempelajari dan lebih mendalami lagi tentang ajaran Islam yang benar ,sehingga mereka paham dan yakin syariat yang Allah turunkan,sudah pasti akan membawa kebaikan bagi umatNya,baik didunia maupun di akhirat. Walaupun itu sesuatu yang kita benci,namun Allah subhanahu wataala lebih tahu yang terbaik bagi hambaNya.

Allah subhanahu wataala berfirman;"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(Qs.Al baqarah ;216)

Dan Allah juga berfirman; "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawin-ilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya"(Qs.An nisa ;3)

Ayat diatas menunjukkan poligami sebagai solusi ,dan dalil diperbolehkannya berpoligami,walaupun dengan catatan kalau takut tidak bisa berlaku adil,lebih baik menikahi satu orang saja. Karena semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Jika Allah Subhanahu wataala sudah memboleh-kan,para Nabi dan Rasul juga mencontohkan,punya hak apa kita sebagai manusia untuk menolaknya? Masalah bisa adil atau tidak itu urusan individu dengan RabbNya,bukan tentang poligami nya.

Tujuan besar pernikahan adalah menjadikan pasangan itu lebih dekat dengan Allah subhanahu wataala. Dengan menikah kita mengikuti sunnah,menyempurnakan iman,dan merupakan ibadah terlama yang bisa kita lakukan.

Ketika menikah tujuannya sama,mendekat pada Allah subhanahu wataala ,bukan sekedar melampias-kan syahwat,atau tujuan materi dan kepentingan duniawi semata ,maka keadilan, ketentraman dan kebahagian akan terwujud di dunia,hingga akhirat. Entah itu pernikahan monogami atau poligami, bukanlah masalah.

Islam selalu menempatkan perempuan pada posisi yang tinggi dan mulia,syariat tidak membiarkan wanita hanya dijadikan sebagai barang yang dipakai kemudian ditinggal begitu saja. Hikmah dari poligami,diantaranya menjaga kaum lelaki dan wanita, dari bermacam keburukan dan penyimpangan.

Serta,untuk memperbanyak jumlah kaum muslimin sehingga menambah kekuatan umat Islam dalam berjihad dijalan Nya. Memilih untuk tidak berpoligami bagi suami,karna takut tidak mampu berbuat adil ,silahkan saja. Atau seorang isteri menolak di poligami itu manusiawi.

Tapi jangan pernah,menolak syariat poligami nya ,dengan menentang dan mengatakan poligami sebagai sesuatu  yang salah.Karena itu termasuk dosa pembatalan iman,yakni merubah hukum Allah. Sama-sama dibolehkan,kira-kira mana yang lebih baik antara poligami dan perceraian,.. coba dipikirkan ![MO/ge]

Posting Komentar