Oleh : Helmiyanti
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan tsunami selat sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam mengakibatkan sejumlah korban meninggal sebanyak 426 orang, korban luka tercatat 7.202 orang dan 40.386 orang mengungsi.

Tsunami yang terjadi antara pulau Jawa dan Sumatra itu disebababkan Anak Gunung Krakatau yang telah aktif sejak Juni. Ada dua pemicu terjadinya tsunami, pertama tanah longsor di bawah air dan semburann lava cair yang menyebabkan  pergeseran. Namun kemungkinan besar para ahli mengatakan pemicunya adalah tanah longsor.

Setelah bencana alam  yang menimpa Lombok, Palu, kini bencana tsunami datang kembali di daerah Selat Sunda dan Lampung.

Dari kejadian bencana alam yang terjadi di Lombok dan Palu harusnya menjadi sebuah pelajaran, selain dari faktor alam apa yang menjadi alasan dibalik bencana alam yang terjadi. Pemerintah seharusnya serius dalam menangani penangulangan bencana ini,

 agar bantuan dapat di fokuskan kepada korban bencana dan segera mempebaiki insfrastruktur yang rusak. Disamping itu mitigasi bencana urgen untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana yang tentunya membutuhkan perhatian ekstra dari pemeritah.

Sebuah bencana bisa terjadi diakibatkan oleh kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, satu kenikmatan yang diberikan lalu dibalas dengan sebuah kemaksiat baik dari diri sendiri maupun dosa dari orang lain,

maka itu akan memancing kemurkaan Allah, sehingga yang merasakan dampak dari kemaksiatan itu bukan hanya diri sendiri, tetapi orang-orang yang tidak melakukan dosa sekalipun. “dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagai besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Asy-Syura : 30).

Usaha yang dilakukukan yang besifat immaterial, yaitu dengan bertaubat, menjaga keimanan, berdoa dan tawakal kepada Allah.

“jika seiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “(Al-a’raf:96).

Lalu usaha material yang dapat dilakukan adalah seperti, memperbaiki saluran-saluran yang rusak, menjaga kebersihan, membangun insfrastruktur kembali.

Posting Komentar