Oleh: Mochamad Efendi.

Mediaoposisi.com- Pembentukan ormas Islam pada hakekatnya terdorong oleh perintah Allah, surat ali -Imron-104 yakni memperjuangkan Islam secara berjamaah bukan menjadikan ormas sebagai wadah atau kendaraan politik untuk memperoleh kepentingan politik sesaat, kekuasaan dan jabatan atau keuntungan pribadi dengan melupakan tujuan utama ormas, memperjuangan Islam.

Semangat pendiri ormas Islam yang lurus terbelokkan oleh generasi penerusnya yang tidak mampu menjaga tujuan mulia dari pendirian ormas. Bisa jadi karena fikroh dan thoriqoh perjuangan ormas yang tidak jelas dalam memperjuangkan tujuan ormas. Fikroh ormas yang masih umum dan juga thoriqoh yang tidak jelas menjadikan pengemban ormas  Islam sering bingung sehingga mudah dibelokkan untuk tujuan politik sesaat yang sesat karena bertentangan dengan Islam.

Generasi penerus sering tidak memiliki fikroh yang sama seperti pendiri ormas karena dalam proses perekrutan tidak menggunakan standart yang ketat sehingga dihasilkan anggota ormas yang kering pemahaman terhadap fikroh ormas dan bahkan tidak memiliki thoriqoh bagaimana menjalankan fikroh ormas dalam memperjuaangkan Islam.

Ormas seperti ini akan cepat besar namun tujuan perjuangan ormas mudah dibelokkan oleh penguasa karena mereka yang berjuang di dalam ormas bukan orang-orang yang mukhlis yang memahami fikroh ormas. Mereka mudah dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki kekuasaan untuk tujuan politik tertentu.

Anggota ormas banyak yang terjebak dalam politik praktis di alam demokrasi dengan menjadikan diri mereka caleg sehingga mereka lupa dengan tujuan utama ormas. Mereka lupa atau tidak paham bahwa demokrasi bukan cara benar yang bisa memperjuangkan Islam. Bahkan dalam demokrasi mereka tergelincir dan terjebak pada perbuatan yang bertentangan dengan Islam.

Mereka mulai mengambil pemikiran ataupun hukum dari luar ajaran Islam. Bahkan sering Islam yang harus dikalahkan dan dirubah dalam penafsirannya agar sesuai dengan kehidupan saat ini. Sungguh ormas seperti ini sudah tersesat dan jauh dari ajaran Islam.

Ormas Islam seharusnya memperjuangkan Islam namun faktanya ada ormas Islam yang dulunya lurus dan konsisten memperjuangkan diterapkannya syariat Islam, menjadi alergi dengan Syariat Islam dan Simbol-simbol Islam. Mereka mulai mengambil pemikiran yang bukan dari Islam. Mereka bangga dikatakan moderat dengan menyampur adukkan Islam dengan pemikiran batil dari luar Islam sehingga perjuangan mereka perlahan menjauh dari tujuan awal dari ormas Islam.

Jika ingin konsisten memperjuangkan Islam, ormas Islam harus mengambil pemikiran hanya dari Islam saja dan hati-hati dengan pemikiran dari luar Islam. Dengan mengambil pemikiran asing dengan mudah, akan mengotori pemikiran Islam yang jernih dan lurus. Perlahan pemikiran Islam bergeser dan digantikan dengan pemikiran asing sehingga perjuangan ormas Islam tidak lagi lurus memperjuangakan Islam.

Orang-orang yang memperjuangkan ormas harus dipahamkan dengan pemikiran Islam yang murni dan lurus. Terakhir, ormas harus mengikuti thoriqoh dalam memperjuangakan pemikiran Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasullulah. Ormas Islam jangan mau dipecah bersatulah untuk memperjuangakan khilafah dan syariah.[MO/sr]




Posting Komentar