Oleh : Azizah Nur Hidayah
(Pelajar, member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com- Berita mengejutkan datang dari dunia perpolitikan Indonesia. Baru-baru ini beredar kabar bahwa pengidap gangguan mental berhak menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Berita ini dibenarkan langsung oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra. Ia mengaku bahwa adanya aturan penyandang disabilitas mental bisa ikut mencoblos di Pemilu pada 2019 merujuk kepada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusan MK bernomor 135/PUU-XIII/2015, warga yang mengidap gangguan jiwa bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat khusus. (Dikutip dari suara.com/22112018)

Kebijakan ini merupakan satu dari sejuta fakta yang menunjukkan wajah asli sistem politik demokrasi. Di dalam sistem inilah kekuasaan adalah segala-galanya. Bahkan segala cara pun akan dilakukan walaupun salah. Pada sistem ini jugalah julukan wakil rakyat hanyalah sebuah omong kosong belaka. Nyatanya jeritan-jeritan rakyat selama ini selalu diabaikan. Penguasa menutup rapat-rapat telinganya, seakan tidak terjadi apapun pada rakyatnya. Penguasa yang hanya mementingkan urusan pribadinya saja.

Namun jikalau mereka sedang ada maunya, apapun bisa dilakukan. Menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, memutar balikkan fakta, bahkan menyamakan orang waras dengan orang gila. Apapun akan mereka lakukan untuk memenuhi kemauannya.

Sistem rusak ini memang sengaja menyuntikkan kepada para penguasa obat-obat yang membuatnya melenceng dari Hukum Allah beserta Syari’atNya. Namun banyak dari kita yang belum menyadari hal ini. Tanpa kita sadari, penjajah sengaja menyodorkan ke umat permen racun yang perlahan-lahan akan membunuhnya perlahan-lahan.

Dari fakta-fakta tersebut kita bisa tau, bahwa akar kesemrawutan serta permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini merupakan dampak diterapkannya sistem demokrasi. Sistem yang akan merusak siapapun yang menerapkannya. Sistem yang berorientasi hanya pada kekuasaan semata. Lalu apa yang kita harapkan dari sistem rusak ini? Kesejahteraan? Ketentraman? Keadilan? Musthail sekali hal itu akan terjadi.

Oleh sebab itu, hanya sistem politik Islamlah yang bisa membawa kebaikan bagi umat. Sistem yang akan mensejahterakan, melindungi, mengayomi rakyatnya dengan benar dan tetap. Karena sistem Islam tegak diatas tuntunan Allah SWT. Sistem yang berjalan sesuai dengan hukum dan syari’atNya. Sistem yang tidak berorientasi pada kekuasaan semata, namun berorientasi atas ketaatan kepada Allah yang ditujukan untuk kebaikan umat.[MO/sr]

Posting Komentar