Pipit Agustin
Komunitas Ibu Professional Kediri Raya

Mediaoposisi.com-Telah viral petisi penolakan iklan Blackpink Shopee baru-baru ini. Maimon Herawati melayangkan petisi penolakan iklan tersebut kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  pada Jumat (7/12/2018) lalu. Menurut Maimon,  iklan tersebut harus dihentikan karena tak layak ditonton.

Para artis Blackpink menggunakan pakaian yang tidak senonoh dan gerakannya mengandung provokasi. Pihak KPI menanggapi petisi tersebut lalu menegur pihak pengiklan (Shopee) agar menutup iklan tersebut karena melanggar norma pariwara dan etika yang berlaku Indonesia (mediaindonesia.com/12/12/2018).

Kasus seperti ini bukan yang pertama. Telah sering timbul tenggelam kasus serupa sebelum-sebelumnya. Pertanyaannya, kenapa (masih) terulang lagi dan lagi?

Tontonan,  baik iklan,  sinetron,  film,  dan lain-lain tidak berdiri sendiri. Semua itu masuk dalam politik Penyiaran yang dianut suatu negara. Negara juga bukan entitas terpisah melainkan sebagai pengatur segala urusan yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya mengutamakan manfaat dan menjauhkan mudharat bagi rakyat. Masyarakat melakukan kontrol sosial terhadap segala tayangan yang dianggap tak sesuai dan melanggar aturan serta mengandung kemudharatan.

Dari sini terlihat bahwa faktor penting yang mampu menjaga stabilitas semua itu adalah sistem yang menopangnya.

Sebuah negara yang diselimuti atmosfer liberal kapitalistik, akan bebas nilai. Apapun konten medianya,  tak jadi soal.  Yang penting laku di pasaran,  rating tinggi, untung didapat. Dalam hal ini regulasi negara juga bersifat permisif. Semua boleh karena menganut paham kebebasan. Soal mengandung porno,  itu multi tafsir. Kesopanan juga multitafsir. Artinya,  setiap individu berhak menafsirkan perilakunya di depan publik sesuai kehendaknya.

Sesuai seleranya. Sesuai persepsinya. Regulasi berbau agama tidak akan tercium sedikitpun. Semua terbungkus rapat di ruang privat ibadah. Tidak berlaku umum dan mengikat. Tabu katanya. Sehingga sekali lagi,  standar sopan,  baik buruk,  senonoh tidak senonoh adalah tafsiran Hak Asasi Manusia.
Apa jadinya?

Adalah yang kita saksikan saat ini,  regulasi negara hanyalah Lips service. Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bahwa iklan Shopee tersebut tidak melanggar kaidah yang berlaku dalam perundang-undangan. Iklan tersebut telah sesuai untuk usia 13gahun ke atas. Sementara itu pikah KPI menyatakan ada pelanggaran terhadap norma kesopanan yang dianut di IndonesiaPun dengan masyarakat.

Para fans Blackpink,  akan menolak petisi Maimon karena dianggapnya berlebihan. Lebih baik mengkritik sinetron dari pada iklan. Sementara sebagian masyarakat lain mendukung petisi tersebut (150.000an tandatangan).

Polarisasi seperti ini akan senantiasa terjadi. Di sinilah perlunya negara bervisi jelas, memiliki arah politik Penyiaran yang tegas. Hal ini bertujuan menyamakan haluan dalam bernegara dan bermasyarakat agar senantiasa sejalan.

Politik Penyiaran/penerangan dan para pelaksana politik ini harus kuat. Jika dalam sistem sekular kapitalistik masyarakat kita dididik di atas kerendahan dan mengekor kepada penjajah,  mengabdi kepada "roti" bukan kepada Rabb semesta alam. Termasuk politik memerangi Allah, Rasul dan syariat-Nya.

Maka sudah saatnya masyarakat menemukan lalu beralih kepada sistem yang diselimuti atmosfer keimanan. Kehadiran teknologi dengan varian media yang beraneka akan membawa masyarakat semakin dekat kepada Rabbnya. Negara mendesain program-program yang sesuai dengan visi politiknya, diantaranya:

pengolahan akidah dan hukum-hukum di dalam akal dan hati rakyat,  disertai penjelasan akan pemikiran-pemikiran yang merusak dan aspek kerusakannya; menguatkan ikatan antara rakyat dengan pemerintah dari sisi ketaatan,  keterikatan,  kecintaan, dan keikhlasan. Program-program Penyiaran akan dikontrol oleh kepala negara secara langsung. Inilah bentuk komitmen menjalankan amanat mengurus masyarakat berdasarkan hukum syariat.

"Imam (Khalifah)  pengurus hajat hidup rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya" (HR. Muslim dan Ahmad)[MO/ge]

Posting Komentar