Mediaoposisi.com-Pidato terbaru Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memicu perdebatan karena menolak praktik poligami.

Donasi Save Muslim Uighur

Dia secara terbuka menyatakan tidak akan merestui kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI mempraktikkan poligami. PSI menegaskan tidak akan pernah mendukung poligami, karena praktik tersebut dinilai salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan. (nasional.sindonews.com, 18/12/18).

Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i menyambut positif sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya poligami. Menurutnya, poligami termasuk kekerasan terhadap perempuan. Poligami sendiri menurut Imam bukan ajaran Islam. (news.detik.com, 15/12/18).

Sikap menolak praktik poligami dan menyatakan poligami bukan ajaran Islam merupakan sikap lancang yang tidak dapat dibenarkan.

Poligami jelas merupakan bagian dari syariat Islam. Kebolehan poligami dalam Islam ada di dalam al Quran. Sebagaimana yang disampaikan oleh dai sejuta viewers Ustadz Abdul Somad. UAS menyebut bahwa pembahasan soal poligami adalah pembahasan yang paling berat. Al Quran yang membolehkan beristri lebih dari satu. UAS mengutip ayat yang terdapat dalam surat An-Nisaa ayat 3. (tribunnews.com, 20/12/18).

Poligami sebagai bagian dari syariat Islam tidak boleh dihukumi dengan perasaan tetapi harus dengan ketaatan. Apabila ada keburukan dalam praktik poligami maka bukan syariat poligami yang salah karena syariat tersebut berasal dari Allah Dzat yang Maha Benar akan tetapi pelakunya sebagai manusia biasalah yang lebih layak disalahkan.

Serangan terhadap syariat Islam akan terus dilancarkan oleh para kaum sekuleris. Mereka adalah antek dari negara kapitalis yang tidak akan pernah rela syariat Islam tegak.

Serangan tersebut bertujuan untuk menghilangkan seluruh sisa-sisa hukum Islam yang mampu memunculkan kembali kebangkitan untuk melawan hegemoni dan penjajahan mereka atas dunia. Sebab umat Islam tidak akan mundur dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama berpegang teguh pada agamanya. Keadaan inilah yang tidak diinginkan oleh para musuh Islam.

Serangan dan pelecehan terhadap syariat Islam akan terus terulang sepanjang umat Islam tidak memiliki kekuatan politik yang mampu melindungi kehormatan agamanya dari nafsu para kaum sekuler. Kekuatan tersebut hanya dapat hadir dengan tegaknya daulah Khilafah. Maka sudah saatnya umat Islam bersatu untuk memperjuangkan tegaknya institusi tersebut.

Posting Komentar