Oleh : Faizah Rukmini, S.Pd
(Praktisi Pendidikan & Pemerhati Sosial Politik)

Mediaoposisi.com-Islam sebagai agama sekaligus politik mampu menempati posisi terbaik ditengah-tengah penduduk Cina.

Donasi Save Muslim Uighur

Salah satunya Muslim di Wilayah Uighur, pesatnya perkembangan dan penerimaan Islam menjadi momok  tersendiri bagi penguasa di Cina sehingga keberadaannya sedikit demi sedikit harus disingkirkan.

Kedzaliman terhadap muslim di Cina pun  bermula sejak pemerintahan Dinasti Ming akan berakhir tekanan dan penyiksaan terhadap muslim.Kedzaliman terus  berlanjut.

Hingga kini muslim di Uighur menghadapi cobaan terberat. mereka mendapat penyiksaan, kaum perempuan,anak-anak disiksa dan di paksa meninggalkan keyakinannya oleh penguasa setempat. Dengan dalil menangkal ideologi radikalisme. Cina menjadi salah satu negara yang memerangi Islam dan kaum muslimin.

Mereka akan memberangus segala hal yang bersumber dari ideologi islam. Inilah potret kehidupan muslim saat ini. Islam menjadi sasaran empuk musuh-musuh islam dengan mengkriminalkan khasanah pemikiran dan hukum syariat islam serta mencederai para pengembannya.

Rezim  yang mengemban ideologi kufur tak akan membiarkan kebangkitan islam. Dengan berbagai motif politik dari incaran kekayaan sumber daya alam hingga Secara sistemik sistem kufur telah menciptakan tatanan dunia yang membuat kaum muslimin terpetak-petak nation state (sekat asionalisme) dan memudahkan penjajahan negeri muslim dan ummat Islam.

Para penguasa negeri muslim pun diam tak mampu menolong, dibutakan dan ditulikan demi status quo dihadapan para musuh Islam.Penindasan Muslim Uighur di diamkan oleh dunia internasional, tidak ada bukti real pertolongan akan muslim Uighur bahkan seolah dilegalkan dengan dalih

Telah lama penindasan terjdai dan yang menjadi objek penindasan adalah kaum muslimin, kecaman dan hukum internasional tak mempan terhadap nasib muslim di Uinghur.

Nasionalisme yang di agung dan gaungkan tidak mampu menyelamatlan Muslim Uighur, Lihat saja bagaimana komentar para penguasa dan politikus nasionalis bahwa itu adalah urusan dalam Negeri Cina.

Mereka menganggap bahwa ini bukan urusan Ummat islam tapi urusan penguasa antar negara. Nasionalisme sungguh semu.

Bagaimana Khilafah menyelamatkan Uighur?
Upaya menyelamatkan muslim uighur semata-mata demi perintah Allah Swt, Rasulullah, Islam dan Ummat Islam. 

Butuh Negara yang menerapkan hukum Allah akan membebaskan Muslim Uighur dan menerapkan hukum islam secara kaffah , agar Muslim diberbagai belahan dunia dapat merasakan kebaikan penerapan Islam secara affah dan memghentikan penyiksaan  atas ummat Islam dunia.

مَن قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعاً وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعاً

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Untuk itu kondisi muslim Uighur membutuhkan solusi sistemik. Bagaimana Islam Menyelesaikan penyiksaan muslim uighur.

Butuh Pemimpin muslim yang berani. Potret pemimpin muslim yang berani membebaskan dan menyelamatkan Ummat pernah hadir di Masa Kekhalifahan Islam. Khalifah Umar Al Faruq.

Tidak pernah ada yang sanggup menandingi dalam hal kekuatan pribadinya dan kesempurnaan keadilannya. Keberhasilannya membebaskan daerah Syam begitu pula Mesir dan Persia. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, kekuasaan Islam telah mencapai penjuru Timur dan Barat. Negeri Maroki dapat dibebaskan hingga ke Perbatasan China.

Butuh Militer yang kuat dan tangguh. Yang dilandasi keimanan sebagaimana mereka berpegang teguh pada Allah Swt senantiasa membela, menyertai dan menyelamatkan orang-orang mukmin.

Firman Allah Swt
"Demikiannlah, menjadi kewajiban atas Kami untuk menyelamatkan orang-orang mukmin. (TQS Yunus : 103).

Militer yang kuat ditopang  oleh seperangkat sistem kaffah. Hanya dalam kepemimpinan islam. penerapan sistem Islam akan mengemban sistem Ekonomi, pendidikan islam untuk kemaslahatan seluruh ummat islam termaksud dalam membebaskan ummat islam,Industri yang mampu mensuplai segala kebutuhan dakwah dan jihad.

Utamanya Sistem politik bervisi menyebarluaskan risalah Islam dengan dakwah dan jihad serta menerapkan seluruh aturan Allah. Bukan untuk menyiksa apalagi mengambil keuntungan materi dengan menjajah negeri-negeri kaum muslimin.

Hal ini pernah terjadi ketika masa Khalifah Utsman bin Affan, beliau meminta kepada paman rasulullah Sa’ad bin Abi Waqqash secara pribadi untuk membangun hubungan dengan negara Cina dengan misi mendakwahkan agama Islam,

dan shahabat Sa’ad diterima dengan sangat baik oleh Kaisar Gaozong yang memimpin dinasti Tang, ketika itu Cina mencapai kejayaan peradaban sehingga sangat mudah menerima Islam. Setelah menerima Sa’ad bin Abi Waqqash, kais

Di masa Khalifah Utsman bin Affan, beliau mengutus Sa'ad bin Abi Waqash untuk menjalim hubungan dengan negara Cina dengan misi mendakwahkan Islam dan diterima dengan baik oleh Kaisah Gaozong yang memimpin dinasti Tang.

Islam terus berkembang Hingga islam mencapai puncak kejaayaan di masa Dinasti Ming.  Kalangan Muslim memberikan sumbangsih yang besar terhadap kemajuan dimasa tersebut.

Sudah selayaknya Kerinduan akan kepemimpinan Islam yakni khilafah semakin kokoh diperjuangkan dan dinanti ummat Islam.

Karena hanya dengan Janji Allah inilah ummat islam di Uighur dan diberbagai negeri lainnya akan dibebaskan dan diselamatkan.Hanya Syariat islam dalam sistem Khilafahlah yang perduli dan akan membebaskan seluruh penjajahan terhadap ummat Islam.[MO/ge]

Posting Komentar