Oleh: Enung Sopiah 
(Member AMK)

Mediaoposisi.com-Belum hilang ingatan kita akan kejadian gempa dan  tsunami, dilombok, palu, sigi dan donggala, yang begitu dahsyat, kini indonesia dikejutkan lagi dengan musibah yang tak kalah dahsyatnya yaitu tsunami diselat sunda, di pantai carita, di anyer dan tanjung lesung.

Donasi Save Muslim Uighur

Semua bangunan yang terkena tsunami porak poranda, ratusan nyawa melayang, sungguh sangat memilukan. Betapa bencana ini terus menerus ditimpakan dinegri ini. Dugaan sementara pemicu dari tsunami ini adalah akibat dari erupsi anak krakatau, tetapi dugaan itu belum pasti, masih dalam penelitian para ahli.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus mengambil pelajaran dari semua yang terjadi, bahwa sebaik-baik musibah adalah mendekatkan diri kita kepada Allah,
mengingatkan bahwa manusia adalah mahluk yang lemah dan membawa kita pada ketaatan kepada Allah SWT, seburuk-buruknya nikmat adalah menjauhnya kita dari Allah dan melalaikan semua kewajiban, hingga kita tersesat dan bergelimang kemaksiyatan.

Allah SWT berfirman :"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfudz), sebelum Kami menciptakannya, sungguh yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. Al-Hadid :22 ).

Dengan terjadinya musibah yang bertubi-tubi  yang Allah timpakan kepada negri ini, sudah seharusnya kita introspeksi diri, bermuhasabah apa yang seharusnya kita lakukan agar Allah tidak mengadzab negri ini kembali. Sudah seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan semua syariat-Nya.

Tegaknya syariat islam adalah suatu keharusan, agar kita selamat dunia dan akhirat. Karena apabila kita membiarkan sistem yang rusak ini terus digunakan maka akan hancurlah bangsa ini karena kemaksiyatan akan terus merajalela,
dan kemusyrikan akan tumbuh subur dinegri sekuler ini,
salah satu contoh kemusyrikan yaitu dengan banyaknya ritual sedekah laut yang sangat bertentangan dengan islam,

yaitu ritual memberikan sesajen (tumbal) atau makanan tertentu seperti kepala kerbau yang dilarung dilaut, sunguh semua itu mengundang murka Allah. Allah SWT berfirman :

" Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama tama menyerahkan diri (kepada Allah)".(QS Al- an'aam :162-163).

Inilah penyembelihan yang dilakukan untuk selain Allah dengan menyebut nama penunggu laut dan melarungnya dilaut. Memberikan sesaji atau kurban adalah bentuk ibadah, hal ini hanya hak Allah semata, dan hanya ditujukan kepada Allah semata, bukan kepada selain Allah.

Sesajen makanan atau kepala kerbau yang dipersembahkan untuk penunggu laut, bertentangan juga dengan akal sehat manusia, lebih baik makanan dimakan oleh manusia, atau disedekahkan pada manusia yang membutuhkan.

Dan yang lebih mengerikan lagi, bahwa ritual ini adalah termasuk syirik akbar, yang ancamannya sangat besar, dan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, sehingga Allah SWT mengharamkan syurga bagi pelaku kemusyrikan, dan tempat kembalinya adalah neraka untuk selama- lamanya, na'dzubillah tsumma na'udzubillah.

Oleh sebab itu sudah seharusnya, kita sadar akan teguran dari Allah SWT, dengan bertubi-tubinya musibah yang menimpa negri ini, menjadikan kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, semakin sadar bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, tiada berdaya dihadapan Allah dan hanya kepada Allah lah kita beribadah dan berserah diri.

Oleh karena itu keharusan kita untuk memperjuangkan tegaknya dienullah. Agar bisa menerapkan syariat islam dalam bingkai khilafah ala minhajin nubuwwah, agar umat islam selamat dunia dan akhirat dan jauh dari murka Allah.
#AMK3
#PenulisBelaIslam
#PenulisIdeologis
#RezimAntiIslam
#RezimInkarJanji
#RezimGagal
[MO/ge]

Posting Komentar