Oleh : Andini Sulastri 
(Anggota LPM Pena Hamfara)

Mediaoposisi.com- Berbicara melalui Twitter, UNICEF memperingatkan bahwa kurangnya akses ke air bersih dan layanan kesehatan kronis membuat anak-anak Yaman berisiko terserang kolera, penyakit menular (yang mematikan) dan bakteri.

Menurut angka PBB, sekitar 85.000 anak-anak Yaman yang berusia kurang dari lima tahun telah meninggal karena kekurangan gizi sejak konflik di Yaman bermula pada 2015.
https://www.seraamedia.org/2018/11/23/unicef-86-juta-anak-anak-yaman-tak-memiliki-akses-ke-air-bersih/

Sekitar 85.000 anak-anak di bawah usia lima tahun mungkin telah meninggal karena kekurangan gizi akut selama tiga tahun terakhir uangkap Save The children yang berbasis di Inggris. Banyak pula warga Yaman yang saat ini mengungsi untuk menghindari penjajahan tersebut. Hal ini sangat menindas kemanusiaan dan kekejian.

Tidak ada peran perlindungan dari negara terhadap peristiwa ini. Dalam sebuah negara pasti memiliki pemimpin dan seorang pemimpin seharusnya dapat melindungi dan menjaga rakyatnya. Menjaga agamanya, menjaga jiwanya, menjaga hartanya, dan juga menjaga kehormatannya.

Adapun kita warga Indonesia dan sebagai saudara muslim tidak diam melihat semua yang terjadi. Karena umat muslim diibaratkan sebuah tubuh, maka muslim adalah satu tubuh. Yang dimana jika salah satu organ tubuh terluka, maka organ tubuh yang lain merasakan sakitnya.

Di tengah kekacauan dan kerusakan bangsa ini, umat muslim tidak boleh lupa akan nasib saudara nya di negeri sebrang yang sedang merasakan penindasan yang tiada hentinya. Umat muslim tidak boleh lupa akan saudara muslim di yaman ataupun di negara lainnya yang menyedihkan akibat perang saudara di bawah provokasi barat.

Barat masih menggencarkan aksinya agar muslim lupa akan nasib saudara muslim di Yaman dengan membuat kericuhan di bangsa ini. Seperti yang telah terjadi dalam kasus pemilu, penolakan perda syariah dan lainnya yang membuat umat muslim teralihkan dengan isu yang barat buat. Dengan itu, maka muslim sibuk akan masalah negara sendiri dengan pengalihan isu tersebut. dan jika hal demikian terjadi, maka tanpa disadari umat muslim telah terarah paham nasionalisme.

Barat dapan menindas bahkan memberantas umat muslim karena mereka bersatu. Memang hal tersebut benar adanya, sebuah sasaran akan tercapai jika dibangun bersama menjadi satu kekuatan.maka disini umat muslim bisa lebih dari barat, karena seperti yang telah diketahui bahwa didunia ini umat muslim memiliki jumlah banyak. Apabila umat muslim menyadari akan perjungan membela dan melindungi saudaranya maka persatuan itu akan terwujud.

Jadi perlu kita sadari bahwa sekaranglah waktunya umat muslim bersatu dalam memperjuangkan kemenangan Islam dan mengalahkan kaum barat. Apabila kita menolong urusan saudara muslim, maka Allaah subhanahu wa ta'ala akan menolong (menyelesaikan) urusan pribadi kita. Penting adanya umat muslim merapatkan barisan. [MO/sr]

Posting Komentar