Oleh: Kamila Amiluddin
  (Guru dan pemerhati Anak)

Mediaoposisi.com-Maraknya iklan dibeberapa stasiun televisi yang mempromosikan berbagai macam barang dari salah satu jasa produk fashion dll yaitu shopee menjadi sorotan publik sebab iklan tersebut sering sekali diputar  pada program anak-anak bukan kah hal ini menjadi kekhawatiran para orang tua yang berharap tayangan iklan tidak memberi pengaruh buruk terhadap anak-anak.

Yang menjadi kontroversi disini karena Shopee menggaet girlband asal Korea Blackpink sebagai Brand Ambassadornya. Pada tayangan iklan tersebut ke empat personil blackpink mengenakan pakaian yang memang terlihat terbuka, rok mini diatas lutut (tidak menutupi paha) jadi benar-benar mengumbar aurat, sehingga tidak layak menjadi contoh generasi kita saat ini.

Maimun Herawati seorang ibu rumah tangga dan beberapa temannya mendatangi dan menuntut KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar melarang penanyangan iklan shopee tersebut. Mengajak para orang tua dan yang mau peduli pada generasi agar menandatangani petisi yang dibuat oleh sekelompok perempuan ini. Juga memboikot shopee selama masih menggunakan iklan yang kurang pantas untuk diputar agar tidak memberi efek negatif pada generasi masa depan kita.(change.org)

Mungkin sebagian orang menganggap apa yang dilakukan shopee adalah hal biasa, menjual iklan seperti pada umumnya tetapi ini menjadi menambah list deretan program yang kurang mengedukasi bagi anak-anak bahkan pada usia-usia remaja yang sangat rentan mengikuti hal-hal yang baru. Sungguh miris apabila generasi-generasi kita dijejeli dengan tontonan yang mudah merusak moral mereka.

Pengaruh televisi bagi anak-anak punya dampak yang besar terhadap perkembangan karakter anak dan bagaimana anak dalam hal berpakaian. Terlebih dampaknya pada generasi muda yang mudah meniru bahkan mengikuti apa yang menurut mereka itu menyenangkan, tanpa memperhatikan baik dan buruknya sebuah sebuah tayangan yang diputar. Saat ini sudah bukan hal yang membuat kita kaget ketika banyak anak-anak remaja para generasi muda mengidolakan girlband atau boyband Korea yang biasa disebut K-popers.

Apa yang dilakukan ibu Maimun sangat masuk akal dan harusnya mendapatkan banyak dukungan dari para orang tua, ini hanyalah mewakili dari naluri seorang ibu yang mengkhawatirkan dampak yang akan terjadi ketika hal seperti ini diteruskan. Namun, disini juga sangat penting peran orang tua terhadap apa yang ditonton oleh anak-anak dapat membantu mereka untuk mengetahui yang mana yang baik dan yang mana yang tidak untuk diikuti.

Sungguh sangat menyedihkan potret generasi kita saat ini dengan bangganya menjadikan k-pop sebagai idola mereka, dengan munculnya girlband Blackpink makin menguatkan bahwa ini menjadi virus baru perusak akhlak generasi.

Sebab dengan lagu mereka yang menjual tak hanya membius kalangan remaja, anak-anak pun sudah banyak yang menirukan gaya tarian atau dance yang mereka bawakan yang dengan senangnya mengikuti nyanyian dari artis idola tersebut. Dengan adanya iklan yang terus menjamur seperti itu siapakah pihak yang diuntungkan? Tentunya mereka yang hanya mementingkan materi yaitu orang-orang kapitalis yang berada dibelakangnya sehingga lupa pada batas-batas norma agama.

 Ini yang jauh dari kata panutan karena sangat berbeda pada zaman Rasulullah para pemuda sibuk untuk mempersiapkan jihad mereka dalam menghadapi musuh-musuh Islam, sedari usia kecil diajarkan dan dipersiapkan menjadi pejuang-pejuang Islam. Sibuk belajar adab-adab dalam berilmu agar tidak menjadi orang-orang yang merugi.

Sistem saat ini seakan membunuh kita secara perlahan salah satunya tampilan-tampilan iklan yang kurang pantas ditayangkan dengan menjual bentuk tubuh perempuan untuk mempromosikan berbagai macam produk, yang seharusnya aurat itu tertutup namun kini dengan mudahnya dimanapun kita melihat begitu banyak terumbar.

Gaya hidup manusia terus berubah mengikuti zaman. Mari kita perhatikan sekitar kita, trend terus berkembang dari pakaian, makanan, hingga teknologi media. Lalu, bagaimana jika kita melihatnya dalam perspektif Islam? Apakah beragam gaya hidup kekinian itu sesuai dengan syariat? Tentu didalam al-qur’an dan hadits ada penjelasan yang mampu memuaskan akal manusia.

Sebagai contoh perkembangan busana. Bagi seorang muslim menjaga aurat sangat wajib hukumnya. Saat ini para perancang busana saja mampu berlomba-lomba menghadirkan busana terbaik bagi wanita. Mulai model khimar hingga jilbab yang sangat syar’i namun tetap elegan, berbusana dengan benar, santun, dan cantik sesunngguhnya dianjurkan dalam Islam.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian Taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. AL-A’raf:26)
Dan juga terdapat hadits yang menguatkan penjelasan tentang aurat seorang wanita.

Rasulullahu Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhuma ketika beliau datang kerumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan wajahnya sambil berkata :

Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota tubuhnya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke wajah dan telapak tangan) [HR. Abu Dawud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadits ini dishahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah]

Jadi  jelas didalam Islam begitu memuliakan wanita dengan cara menutup aurat secara sempurna, hanya boleh terlihat bagian telapak tangan dan wajah. Begitu juga dengan lifestyle yang semuanya diatur dalam sistem Islam, media-media manapun harusnya mampu menanamkan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya menjadi contoh dikalangan para generasi millennial, meningkatkan ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya terhadap tayangan-tayangan televisi.

Menjadikan iklan sebagai sarana yang baik dalam menjual produk bukan hanya memikirkan keuntungan saja namun dapat memberi manfaat kepada penikmat iklan tersebut.

Tentunya banyak orang tua yang berharap media pada saat ini justru memberi dampak yang positif terhadap generasi-generasai kedepan, karena tidak dapat dipungkiri arus media sangat menyedot perhatian anak-anak dan generasi pemuda millennial.

Semoga selanjutnya KPI lebih selektif lagi dalam pemberian izin kepada tayangan iklan maupun program-program ditelevisi agar mampu menjaga anak-anak dalam menyaksikan tayangan yang tetap berada dalam koridor syariah, sesuatu yang sesuai dengan ketetapan Islam. Sehingga lifestyle generasi tidak berada dijalur yang salah.[MO/ge]

Posting Komentar