Oleh : Muhammad Akbar Ali 
(HUMAS GERAKAN MAHASISWA PEMBEBASAN SULAWESI TENGGARA)

Mediaoposisi.com- Pergelaran reuni aksi 212  berbuah bola panas terhadap perpolitikan negeri ini. Perihal tersebut disebabkan Indonesia sedang berada pada momentum kampanye pemilihan presiden. Banyak pihak yang menganggap bahwa reuni aksi 212 sangat sarat muatan politik salah satu calon presiden, oleh karena banyak tokoh-tokoh pendukung Prabowo hadir dalam perhelatan reuni bahkan ada yang menjadi panitia inti penyelenggara.

Lebih lanjut lagi pernyataan tersebut dikuatkan dengan kehadiran salah satu calon presiden Prabowo Subianto yang juga diberikan kesempatan berorasi pada kegiatan tersebut. Alasan ini cukup rasional dan sah-sah saja sebagai pandangan politik sebab keadaan dilapangan amat mendukung argumentasinya.

Namun tidak cukup melihat sampai pada realita tersebut dalam memberi kesimpulan tanpa memandang secara mendalam dan menyuluruh seluruh rangkaian yang melahirkan gerakan aksi 212 hingga bermuara pada reuni aksi 212. Jika kita menelisik secara menyeluruh maka akan ditemukan dasar yang menjadi alasan fundamental terjadinya reuni aksi 212 oleh alasan fitrah iman umat Islam.

Dimana saat itu salah satu ayat surah Al Maidah di lecehkan oleh Ahok yang saat ini sedang mendekam dalam penjara akibat perbuatanya. Dari momentum tersebut yang harus menjadi napak tilas mendasar dalam menganalisis dan memberi kesimpulan jernih atas perhelatan reuni aksi 212. Bahwa pada dasarnya reuni aksi 212 atas dorongan aqidah umat Islam.

Selanjutnya melihat pada awal aksi 212 tahun 2016 memberikan pelajaran bahwa umat Islam memiliki kesadaran yang amat tinggi saat kitab sucinya di lecehkan. Tidak berhenti disitu, pada aksi tersebut menunjukan kepada dunia tentang persatuan umat Islam dibawah bendera Rasulullah Al Liwa dan Ar Raya yang menjadi lambang yang menyatukam umat Islam. Persatuan umat Islam sangat penting terlebih dalam konstelasi hegemoni kapitalisme saat ini yang kian mencekik Indonesia dan dunia.

Kesadaran umat yang paripurna terhadap Islam akan menjadi jalan tol menuju kebangkitan peradaban Islam untuk mengakhiri cengkaraman Ideologi kapitalisme dan neoimperialismenya. Dan hikmah terbesar pada momentum reuni aksi 212 adalah merawat dan mengokohkan persatuan umat Islam ditengah suasana politik adu domba yang sedang marak di praktekan para komprador negeri ini maupun asing dan aseng. Jadi reuni aksi 212 adalah sebuah gerakan atas dorongam aqidah Islam yang harus di gelorakan secara terus menerus agar persatuan umat Islam tetap semakin tetap terjaga hingga terwujudnya kembali kehidupan Islam di bawah sistem politik khilafah Islamiyah.[MO/sr]

Posting Komentar