Oleh : Dwi Agustina Djati, S.S
(Pemerhati Berita)

Mediaoposisi.com-"Jangan terpecah, terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan untuk mendirikan negara khilafah atau bentuk negara selain saat ini," kata Syeikh Zubair dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/12). Ketua Organisasi Jamiat Al Amal Al Islamy Lebanon itu mengatakan, Indonesia dengan sistem demokrasi saat ini sudah baik dalam mengakomodir nilai-nilai ke-Islaman.

Zubair memuji sistem demokrasi di Indonesia yang bisa bersanding dengan Islam secara selaras. Islam yang dipraktikkan di Indonesia, kata dia, merupakan contoh baik yang sejalan dengan demokrasi. Indonesia juga merupakan negara yang aman sehingga tidak ada kepentingan mendesak sistem kekhalifahan didirikan di Indonesia.

Lebih dari itu, menurut dia, sistem demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik. "Saat ini, kita berada di negara yang aman dan nyaman, berdemokrasi dalam bingkai yang sah. Kita berada di negara bersyariat, tetapi dalam bingkai demokrasi. Inilah gambaran pemerintahan Islami," katanya. Dalam kesempatan itu, Zubair mengingatkan umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di manapun berada. "Untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan," tandasnya. (Alinea.id. 12 Desember 2018)

Sungguh sesuatu yang aneh jika ada ulama yang menyerukan jangan terpengaruh dengan gagasan pendirian Khilafah. Dalam seluruh kitab ulama klasik tidak satupun yang menolak Khilafah. Bisa kita lihat dari kitab Ahkham Sulthaniyah karya Imam Al-mawardi, salah satu karya fenomenal untuk kajian siyasah.

Bahkan disana dijelaskan tentang struktur khilafah. Lalu ada kitab Sumbangan Peradaban islam karya Prof.Dr.Raghib as-Sirjani. Bahasan detil tentang kiprah khilafah dalam berbagai bidang kehidupan. Belum ulama-ulama Nusantara seperti Imam an-Nawawi atau H.Sulaiman Rasyid.

Black Campaingn Tentang Khilafah
Khilafah islam bertahan hingga 1400 tahun lamanya. Sebuah system pemerintahan yang menagtur seluruh urusan Umat baik dalam negeri maupun luar negeri. Membentang dari Maroko di Afrika hingga Merouke di Indonesia. Melebur didalamnya berbagai suku bangsa, ras hingga agama. Pelindung dari segala ketidakadilan di muka bumi. Pembebas bagi kekufuran di banyak negeri.

Dakwah dan jihad metode syiarnya. Kewibawaan imperium ini ditakuti musuh, namun dirindukan bagi siapa saja yang ingin menyatukan diri. Dan kedigdayaannya dipaksa runtuh oleh sang penghianat Kemal attaruk. Lalu beredarlah cerita dan propaganda hitam tentang khilafah.
Barat begitu takut khilafah akan kembali berdiri.

Untuk itu dia berusaha bagaimana pembelokan sejarah khilafah. Penggambaran yang sangat kotor. Perebutan kekuasaan. Pembunuhan para sultan, hasrat liar kholifah lewat harem adalah sepenggal kampanye untuk mendiskreditkan keberadaanya. Apa bedanya dengan system kerajaan? Sama. Maka diaturlah sebuah rancangan luar bisa untuk memisahkan Khilafah dari ajaran Islam. Mereka memperkenalkan sebuah system Eropa kuno bernama Demokrasi.

System ini dijajakan setelah khilafah dikerat dalam banyak nation state lewat para agen dan konsutan pemerintahan. Jadilah demokrasi menyatu dengan kaum muslimin selama hampir seratus tahun  dalam bingkai pemilihan Kepala Negara. Ironis. Inilah wajah negeri islam. ia tumbuh dibawah naungan aturan non syariah.

Berbagai persoalan kemudian muncul efek penerapan system demokrasi. Lalu propaganda baru muncul “ Jangan Suriahkan Indonesia”, “Jangan tergoda rayuan pendirian Khilafah”. Logika yang tidak nyambung. Apalagi diserukan oleh para ulama yang notabene orang berilmu. Banyak orang terpenagaruh. NKRI harga mati, saya Pancasila menjadi jargon bagi para pendukung Demokrasi. Sebuah narasi hitam atas khilafah. Seakan akan karena gagasan Khilafah negeri ini terpecah. Negeri ini akan masuk dalam konflik horizontal yang berkepanjangan. Kalian harus mencegah.

Narasi Perlawanan
Black Campaign harus dilawan dengan kecemerlangan narasi. Rasulullah sudah mencontohkannya. Tidak ada dalam kamus para pengemban kebaikan perlawanan dengan jalan kekerasan atau anarkisme. Narasi Rasulullah adalah Lisan dalam balutan edukasi intelektual yang cerdas. Pena dan media siar Islam adalah cara terkini untuk melawan jargon jahat atas khilafah.

Para juru dakwah mesti membekali diri dengan kosep Khilafah yang benar. Bukan Khilafah buatan barat semacam ISIS. Bukan pula konsep Negara Islam Indonesia dan bukan pula Khilafah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khilafah ala Minhajin Nubuwah, Negara Madinah adalah contoh kongkrit dari khilafah yang benar.

Apa maksud dari Khilafah yang benar? Seluruh penerapan aturan meggunakan syariat Islam baik Dalam negeri maupun hubungan dengan Luar negeri. Pemilihan Kepala Negara, dewan penasehat, pengaturan militer, aparatur administrasi Negara hingga media diformalisasikan dalam bentuk undang-undang, termasuk didalamnya aturan akuntabilitasnya.

Penguasaan atas sejarah kaum muslimin perlu dikuasai agar tak terjebak dengan narasi salah atas kepemimpinan kaum muslimin. Ini perlu adanya tazkif intensif yang berkesinambungan agar pemahaman tentang konsep khilafah menyatu. Bahwa Demokrasi tidak sekedar pemilihan Kepala Negara, namun ia merupakan system kehidupan anak cabang dari ideology Kapitalisme.

Waspadai seruan seruan menyesatkan tentang Khilafah yang akan memecah wilayah. Khilafah yang akan memperlakukan non muslim dengan tidak adil. Akan menyebabkan konflik berkepanjangan karena perbedaan suku, ras dan agama. Cermati pula berbagai ratifikasi undang-undang, kerjasama ekonomi, pakta pertahanan dan permasalahan umat lainnya. Semuanya bagian dari upaya barat dalam membendung opini benar tentang Sistem Kekhilafahan.

Dendam barat atas kaum muslimin belum sirna sejak kekalahan Perang Salib di abad 11 Masehi. Selebaran dan propaganda berikut gelontoran dana akan terus dilakukan sebagai upaya strategis barat dalam memupus harapan kaum muslimin akan kebangkitan Islam di Milineum Tiga.

Jadi bersatulah kaum muslimin, jangan terkecoh dan terpecah. Satukan pemikiran dan pergerakan untuk mencapai tujuan yang sama ‘Melanjutkan Kehidupan Islam’ dalam naungan Khilafah yang mulia. So mari bersama dalam mewujudkan Real Action-Real Work-Real Change.[MO]

Posting Komentar