Oleh : Al Azizy Revolusi

Mediaoposisi.com- Kita tentu sangat mengapresiasi Aksi 212 oleh segenap komponen umat Islam yang baru sepekan lalu berlangsung. Aksi bela Islam ini tentu harus kita lanjutkan sebagai wujud tanggung jawab kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Pembelaan terhadap Islam secara tegas diperintahkan di dalam al-Quran. misalnya:

Sungguh Allah akan menolong orang yang membela Dia. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa (TQS al-Hajj [22]: 40).

Allah juga berfirman:

"Hai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian" (TQS Muhammad [47]: 7).

Imam ar-Razi menjelaskan, makna, “In tanshuru-Llah (jika kalian menolong Allah).” adalah menolong agama-Nya, memperjuangkan syariah-Nya serta membantu para pejuang yang memperjuangkan agama dan syariah-Nya.

Satukan Ukhuwah
Untuk melanjutkan aksi 212, tentu dibutuhkan persatuan dan kerjasama seluruh komponen umat ini. Di sinilah pentingnya kita merekatkan kembali ukhuwah (persaudaraan) kita karena semua kaum Mukmin adalah bersaudara. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

"Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah di antara saudara-saudara kalian" (TQS al-Hujurat [49]: 10).

Sebaliknya, kaum Mukmin haram berpecah-belah, sebagaimana firman-Nya:

"Berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan jangan berpecah-belah" (TQS Ali Imran [3]: 103).

Persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah)—yang diikat dengan akidah yang sama, yakni akidah Islam—tentu bersifat global, tidak lokal; dalam arti lintas daerah, negara bahkan benua. Persaudaraan Islam juga bercorak universal yakni lintas etnik, suku/bangsa, bahasa, dll.

Ukhuwah Islamiyah bisa diwujudkan dan dijaga dengan upaya keras kita mewujudkan institusi Khilafah. Mengapa Khilafah? Karena Khilafah adalah sistem pemerintahan yang bersifat global, yang akan menghilangkan sekat-sekat nasionalisme dan negara-bangsa yang selama ini menjadi faktor penghalang untuk mewujudkan ukhuwah yang hakiki, yang juga bersifat global.

Menerapkan Syariah Secara Kâffah
Khilafah adalah satu-satunya institusi pelaksana syariah Islam secara kâffah. Penerapan syariah Islam secara kâffah tentu telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala atas seluruh kaum Muslim sebagaimana firman-Nya:

"Hai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total" (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Di dalam tafsirnya, Aysar at-Tafâsîr, Imam al-Jazairi menyatakan bahwa kata kaffat[an] dalam ayat di atas bermakna jâmi’[‘an]. Karena itu, kata Imam al-Jazairi, tidak boleh sedikit pun kaum Muslim meninggalkan syariah dan hukum-hukum Islam. Syariah Islam secara kâffah ini, sekali lagi, hanya akan tegak di dalam institusi Khilafah.

Karena itu saatnya umat bersatu dan bahu-membahu untuk menegakkan kembali Khilafah. Dengan tegaknya syariah Islam dalam institusi Khilafah Islam ‘ala minhâj an-Nubuwwah, umat Islam pasti akan meraih kemuliaannya kembali. Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:

"Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian" (HR Ahmad).

Alhasil, dengan Khilafah-lah kita bisa melanjutkan aksi  212 untuk membela Islam dan umatnya secara lebih nyata. Tak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, di manapun ada kaum Muslim. Karena itu umat ini harus segera berjuang sekuat tenaga mewujudkan Khilafah. WalLâhu a'lam bishshawab.[MO/sr]

Posting Komentar