Oleh : Wida Aulia 

Mediaoposisi.com-Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencabut instruksi yang mengatur soal penggunaan jilbab bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Sebelumnya, Tjahjo menerbitkan Instruksi Nomor 325/10770/SJ Tahun 2018 yang di dalamnya mewajibkan jilbab PNS dimasukkan ke kerah pakaian dinas cokelat pada Senin-Selasa, dan putih pada Rabu. ( CNN INDONESIA )

Beruntung instruksi itu segera dicabut sebelum menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Karena ketika Inmendagri tersebut dikeluarkan  langsung mendapat penolakan dari berbagai pihak, bukan hanya dari para PNS melainkan juga dari berbagai kalangan masyarakat khususnya perempuan. Mereka beranggapan bahwa instruksi tersebut telah mencederai hak PNS yang beragama islam untuk melaksanakan ajaran agamanya.

Berbagai penolakan tersebut menunjukkan bahwa umat Islam di negeri ini sudah memiliki perasaan dan pemikiran yang sama sehingga meski instruksi tersebut hanya berlaku di internal Kemendagri saja namun telah ikut mengoyak hati umat Islam dari berbagai kalangan. Karna umat Islam terutama muslimah paham bagaimana masalah kerudung telah diatur dalam syariat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur 24: Ayat 31)

Dari ayat tersebut sudah sangat jelas bahwa kerudung perempuan harus menutupi dada. Dan aturan itu adalah syariat yang berasal dari Allah sang pencipta ( Alkhaliq) dan sang pengatur ( Almudabbir). Maka ketika ada seorang manusia yang membuat aturan yang bertentangan dengan aturan Allah maka sama saja dia telah meremehkan syariat Nya.
Allah SWT berfirman:

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 50)

Maka wajib bagi umat Islam untuk menyampaikan tentang aturan Allah tersebut kepada umat baik dari kalangan pejabat maupun masyarakat biasa. Agar umat selalu ingat bahwa Allah Alkhaliq  Almudabbir adalah satu satunya yang berhak membuat hukum / aturan untuk makhluk yang diciptakanNya.[MO/sr]


Posting Komentar