Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Mediaoposisi.com-Media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima informasi. Baik media elekronik, cetak, ataupun digital. Seluruh informasi baik ataupun kurang baik terpampang seluruhnya pada media. Media elektronik yang selalu ditonton dirumah adalah televisi.

Televisi dapat ditonton siapapun yang memilikinya, termasuk anak-anak. Mirisnya, media elektronik seperti televisi menampilkan lifestyle (gaya hidup) yang terkadang kurang baik melalui sinetron, kartun, dan iklan.

Iklan yang menjadi jeda dalam suatu acara televisi juga diselipkan obyek-obyek (gambar/video) yang tidak pantas dilihat, apalagi oleh seorang anak. Salah satu layanan belanja online terbesar (shopee), memakai grup idola Korea bernama blackpink untuk iklannya. Iklan tersebut tidak pantas dilihat oleh anak-anak karena pakaian yang sangat minim mengumbar aurat, vulgar, dan goyang tarian grup idola ini yang tidak pantas untuk dilihat anak.

Dilansir dari hot.detik.com Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan teguran kepada 11 stasiun televisi swasta yang menayangkan iklan blackpink shopee. Karena iklan tersebut dinilai tidak memperhatikan norma kesopanan.

“KPI Pusat menilai muatan demikian berpotensi melanggar Pasal 9 Ayat (1) SPS KPI Tahun 2012 tentang kewajiban program siaran memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak terkait budaya,” isi pernyataan pers pada Selasa (11/12/2018)
Juga dilansir dari change.org Maimon Herawati dalam kalimat pembuka petisi dengan judul “Hentikan Iklan Blackpink Shopee”.

“Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Nilai bawah sadar seperti apa yang hendak ditanamkan pada anak-anak dengan iklan yang seronok dan mengumbar aurat ini? Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasial yang beradab.”

Tentu adanya petisi penutupan iklan shopee yang dibuka oleh Maimon Herawati, banyak pro kontra dari netizen. Banyak fans K-Pop yang tidak menyetujui petisi penolakan iklan ini. Sehingga mereka membuat petisi tandingan dengan judul “Menolak Pemboikotan Iklan Shopee Blackpink” yang dimuat pada laman change.org, dan ditujukan pada K-Popers seluruh Indonesia.

Jelas sudah, rezim ini tidak memberikan media yang edukatif dan mendidik bagi masyarakat, terutama anak-anak. Gaya hidup yang ditampilkan dalam film, sinetron, dan iklan-iklan bukanlah gaya hidup yang layak dipertontonkan apalagi ditiru bagi umat Muslim. Tidak hanya iklan shopee yang menampilkan blackpink, akan tetapi banyak dari iklan televisi negeri ini yang tidak layak ditonton, apalagi oleh anak-anak.

Sehingga jelas, rezim ini mengabaikan nilai moral, adab, dan syariah dalam memberi tontonan kepada masyarakat. Bahkan hanya mengejar nilai materi dan konten yang diberikan hanya untuk menguntungkan para kapitalis (pemilik modal), tanpa mempedulikan dampak buruk bagi anak-anak dibawah umur yang menonton tayangan tersebut.

Berbeda dengan tayangan media Islam yang menebarkan kebaikan dan nilai luhur bagi kehidupan umat. Meningkatkan ilmu pengetahuan, dan menjaga lifestyle sesuai syariat Islam.

Solusi jangka pendek yang dapat kita lakukan saat ini adalah dengan mengganti channel tayangan televisi dengan tayangan channel Islam. Channel Islam dapat diperoleh dengan membeli di situs online atau di toko-toko tertentu.

Namun solusi dengan mengganti channel televisi dengan channel Islami ini tidak dapat menjadi solusi yang mutlak bagi umat Muslim. Karena keluarga kita bahkan seluruh orang dapat mengkonsumsi tontonan melalui internet, yang terkadang juga tidak layak untuk ditonton, bahkan memberi pengaruh buruk. Serta lingkungan masyarakat yang kurang kondusif di negeri ini, juga tidak membuat keluarga kita selamat dari pengaruh buruk yang ditimbulkan. Walaupun kita sudah berusaha menjaga tontonan dengan baik.

Tentu solusi yang mutlak dan hakiki adalah dengan penerapan sistem Islam dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh bidang kehidupan diterapkan syariat Islam secara keseluruhan.

Dengan menerapkan sistem Islam, media yang diberikan oleh negara dan pemerintah akan disaring dengan baik. Hal-hal yang tidak pantas diperlihatkan dan ditonton tidak akan ditayangkan dalam media sama sekali. Justru, konten tayangan dalam media Islam akan dipenuhi oleh tontonan yang berkualitas, dan layak ditonton oleh seluruh kalangan. Dari anak-anak hingga dewasa. Tidak akan ada tontonan seronok yang menimbulkan pikiran kotor.

Tidak hanya media televisi, akan tetapi seluruh media. Mulai dari media cetak, media digital, media elektronik, semuanya akan disaring dengan baik, dan tidak memberi informasi bohong (hoax). Maka dari itu, disinilah pentingnya penerapan sistem Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak seperti sistem demokrasi ini, sistem yang rusak dan merusak negeri ini secara ganas. Dan juga pemerintah juga tidak bisa tegas terhadap penayangan sinetron hingga iklan di televisi.

Bahkan masih banyak sinetron dan iklan saat ini yang tidak layak dan tidak bermutu untuk ditonton generasi muda saat ini.

Maka tidak cukup hanya dengan mengganti tontonan/tayangan televisi bagi keluarga dengan channel Islam. Akan tetapi pemberian tayangan yang baik dan berkualitas adalah tugas negara dan pemerintah. Maka tidak akan negara dan pemerintah dapat menjaga tontonan yang baik bagi masyarakatnya dengan sistem demokrasi ini. Kita butuh sistem Islam atas berbagai masalah dan problematika ini.

Marilah segera kita perjuangkan sistem Islam dalam negeri tercinta ini. Marilah kita bersama-sama memperjuangkan penerapan sistem Islam di muka bumi ini. Niscaya Allah akan memberikan rahmat dan kasih sayangNya kepada kita semua. Dan menghindarkan negeri ini dari hal-hal buruk dan pengaruh buruk budaya Barat dengan sistem Islam ini. Campakkan demokrasi, ganti dengan sistem Islam.[MO/ge]

Posting Komentar