Mediaoposisi.com|Redaksi- Sungguh aneh bin kelewatan Massa Aksi yang dikatakan hampir 14 juta tidak ada media yang meliput kecuali media yang sering dibilang "terdepan mengabarkan". Kenapa bisa tidak diliput acara ini, hasil dari perhitungan IMEI HP yang tercatat di operator saja mencapai sekitar 13,4 juta di sekitar lokasi aksi. Kenapa anehnya media nasional ada yang bilang 10 ribu, 15 ribu kan sudah terbukti jutaan, bilangnya ribuan.

Apa media hari ini sudah jadi pesanan Rezim dan tidak lagi oposisi terhadap kebenaran yang ada?...
Atau gaya media hari ini memang seperti itu?...,
Aneh sih masa media seperti itu?...

Harusnya Aksi 212 diliput jangan hanya meliput rumput di injak, sampah, yang katanya ada kaitannya dengan pemilu, jalan jadi macet dll. Padahal aksi berjalan damai, tertib dan toleran karena ada juga yang non muslim mendukung aksi 212 ini karena membuktikan Islam ini agama damai dan toleran. Tidak ada paksaan untuk memeluk agama islam. Saat aksi 212 Natalius Pigai juga mengikuti aksi ini.

Lieus Sungkharisma menyatakan bahwa "212 Ini Yang Bikin Kita Makin Kompak" dan dia tidak takut juga dengan ide khilafah ajaran Islam yang sejatinya bisa juga membahagiakan umat yang lain. Kenapa momentum yang unik di aski 212 media nasonal malah tidak ada yang meliput. Lantas apa gunanya media hari ini ?...

Kenapa disaat media meliput malah cenderung mengarah pada hal-hal negatif, seolah-olah aksi 212 ini banyak hal buruknya. Aksi kali ini memang benar-benar bertujuan untuk membela Tauhid dan saling merapatkan Ukhuwah serta mengkompakkan negeri ini dalam kemajua menuju pengusiran asing dan aseng. Tak salahkan asing dan aseng diusir karena mereka adalah penjajah

Harusnya media Nasional hari ini jangan menjadi pendukung pemimpin yang sukanya ingkar janji. Media yang harusnya menyampaikan informasi untuk mencerdaskan masyarakat malah memberi sampah di setiap kepala masyarakat. Media seperti ini, apa bisa dikatakan media yang sehat?...
Mungkin malah jadi Toksin bagi masyarakat.


Arti Toksin adalah (dari bahasa Yunani Kuno: τοξικόν) adalah sebuah zat beracun yang diproduksi di dalam sel atau organisme hidup, kecuali zat buatan manusia yang diciptakan melalui proses artifisial. Kata ini pertama dipakai oleh kimiawan organik Ludwig Brieger (1849–1919).

Kenapa bisa dikatan Toksin, karena framing yang dibuat menjadi racun ketika di komsumsi oleh masyarakat saat ini.[MO/sr]

Posting Komentar