Mediaoposisi.com-Mustafa kamal Attaturk Bukan hanya sekedar pembenci terhadap simbol-simbol Islam saja, tetapi terhadap sistem mendasarnya juga sangat benci, hingga akhirnya sistem Islampun dia hapuskan, Ini dia diantaranya :

- Menghapuskan sistem Pemerintahan Khilafah Islamiyah.
- Menggantikan huruf arab dengan latin.
- Adzan harus dikumandangkan dengan bahasa Turki dan tidak lagi dalam bahasa Arab.
- Pemakaian hijab dilarang bagi kaum wanita.
- Masjid Aya Sophia dirubah menjadi museum.
- Menutup dan menghapus semua madrasah / sekolah agama.
- Menggantikan budaya Islam dengan budaya Barat.
- Merobohkan semua masjid dekat istana.
- Melarang kaum muslimin mengerjakan Haji di Makkah.
- Menghapuskan penggunaan Kalender Hijrah dan menggantikannya dengan kalender Barat.
- Mengganti hari libur Jumat menjadi hari Ahad sebagaimana hari libur di Barat.
- dan masih banyak lagi kejahatan lainnya....

Lantas, apakah Mustafa Kamal dan Turki saat itu disebut beraliran Komunisme??
Tidak..!!

Karena apa yg Turki terapkan saat itu adalah SEKULERISME dan DEMOKRASI !!!
Maka apa yg terjadi di Indonesia saat ini pun adalah Sama....

Umat Islam Indonesia memang trauma dengan sejarah kelam PKI, hingga setiap isyu Penistaan Agama dan Simbolnya selalu dianggap sebagai bahaya laten Komunisme...

Padahal Sistem Sekulerisme ---ditambah NeoLiberalisme--- Demokrasilah yg diterapkan secara telanjang untuk menistakan Islam dan Simbol2nya oleh Rezim saat ini...

Adalah sebuah kesalahan fatal jika Umat Islam saat ini hanya disibukkan dengan isyu2 bahaya laten Komunisme, dan membiarkan Demokrasi Sekuler tetap melenggang kangkung...

Apalagi kemudian Umat Islam lalai juga dengan Solusi dan Kewajiban Mendasarnya, yaitu Menerapkan Syariah Islam dengan berjuang untuk Menegakkan Khilafah Islamiyah kembali...

Sungguh, Hanya Syariah dan Khilafah sajalah sistem yg mampu menyelesaikan semua permasalahan Umat Islam diseluruh muka bumi saat ini...[MO/sr]

Posting Komentar