Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Ruar biasa, mendekat dan merapat ke Jokowi itu bisa 'ngalap berkat'. Belum lama ini, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan La Nyalla tidak terbukti bersalah melakukan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur 2011-2014 sebesar Rp 5,3 miliar. Ruar biasa, ada kasus Tipikor bisa luput !

Alasannya juga aneh, Menurut majelis hakim yang diketuai Sumpeno, dana hibah yang digunakan La Nyalla untuk membeli saham Bank Jatim itu telah dikembalikan. Klo begitu, kita minta seluruh rakyat menjadi maling, setelah untung segera kembalikan uang ke negara, bebas !

Dan berkat yang diperoleh La Nyalla, bukan kebetulan. Vonis bebas ini diperoleh setelah La Nyalla membuat pengakuan dosa, menyebut Jokowi PKI, Kristen dan China. Bukannya di penjara, tetapi pengakuan dosa ini malah menimbulkan 'berkah'.

11 12 dengan La Nyalla, Harie Tanoe (HT) juga mendapat nasib serupa setelah merapat ke Jokowi. Hary sebelumnya merupakan tersangka dalam kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui media elektronik.
Kasus yang lain, Pada pertengahan 2008, PT Djaya Nusantara Komunikasi milik HT menerima faktur pajak dari PT Mobile 8 dengan total nilai sekitar Rp 114 miliar.

Faktur pajak itu diterbitkan agar seolah-olah terjadi transaksi pada dua perusahaan. Faktur pajak itu kemudian digunakan PT Mobile 8 untuk mengajukan kelebihan pembayaran (restitusi pajak) kepada negara melalui KPP di Surabaya agar perusahaannya masuk bursa Jakarta pada 2009. PT Mobile 8 akhirnya menerima pembayaran restitusi meski tidak berhak karena tidak ada transaksi.

Dua kasus yang menjerat HT ini menguap, setelah perindo merapat ke Jokowi. Luar biasa bertuah merapat ke Jokowi.

Tidak jauh beda, Tuan Guru Badjang (TGB) juga berguru pada HT. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi data keluar-masuk uang di rekening Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan istrinya berkaitan dengan dugaan korupsi dana divestasi Newmont Nusa Tenggara. TGB diduga menerima aliran dana divestasi periode 2009-2013.

Kasus ini tutup buku, sejak TGB mengikrar loyal kepada Jokowi. Jejak kriminal yang dibuatnya, mungkin dibantu tipe ex oleh Jokowi. Lancar Jaya brow....

Tak beda dengan TGB, Jusuf Mansyur juga mendapat 'karomah' Jokowi dengan bermodal menyebut Jokowi rajin puasa Senin Kamis. Kasus dugaan penipuan investasi oleh Jam'an Nur Chotib atau yang akrab disapa Ustaz Yusuf Mansur dianggap selesai, demi hukum semua yang berkaitan dengan Jusuf Mansyur selesai sudah.

Bahkan, cawapres Jokowi juga mendapat fasilitas yang sama. Kasus investasi bodong PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang diduga melibatkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin dan Ketua MUI KH Amidhan Shaberah ketika itu. Kasus ini pun tak jelas juntrungannya. Tentu, semua ada kaitannya dengan posisi cawapres Jokowi.

Itu yang sudah berkasus. Bagaimana yang belum terendus ? Bagaimana Projek Projek yang ditangani perusahaan Luhut ? Perusahaan JK ? Rekanan Jokowi ? Keluarga Jokowi ? Mantabs sekali sodara !

Apakah benar lingkaran Jokowi maling semua ? Apakah benar maling-maling ini mendapat amnesti Jokowi karena mendukung Jokowi ? Apakah benar, lingkaran Jokowi kumpulan para maling ?
Aku kudu kepiye ? Coba eta terangkanlah ! [MO/ge]

Posting Komentar