Mediaoposisi.com- (PSI) sangat antusias menolak perda syariah, kok secara tiba-tiba Tsamara memakai kerudung untuk mendekati warga. Anehnya lagi, kali ini membuat wacana baru yaitu menyatakan siap tidak digaji jika kinerja DPR buruk. Inilah berbagai wacana dibuat untuk memikat masyarakat.

Sekarang PSI terkesan mencari simpatisan masyarakat untuk menaikkan sensasi dan popularitas PSI. Jadinya PSI menjadi partai yang menjadi dua muka. Lebih baiknya jangan pilih partai yang Bermuka dua. Karena, nanti kalau dipilih malah menyesal di akhir !!!....

Inilah pesan yang di ungkapkan Tsamara DPP bidang eksternal PSI dalam keterangan tertulis sebagai berikut :
"Jika diberi amanat sebagai wakil rakyat kelak, sebagai wujud konsistensi, kami juga bersedia tidak digaji jika terbukti berkinerja buruk," (7/12/2018).

"Kami (PSI) mendukung sepenuhnya wacana ini, mengingat kinerja DPR selama ini sangat buruk. Sama seperti kebanyakan orang yang bekerja untuk memperoleh gaji," imbuhnya.

Tsamara menyebut, menggaji anggota dewan yang tidak mampu merampungkan UU sama saja dengan menghambur-hamburkan uang negara. Dia berharap praktik tersebut segera dihentikan.

"Praktik penghamburan uang rakyat dalam bentuk menggaji anggota dewan yang bahkan tidak mampu menyelesaikan UU yang menjadi tugas pokok harus segera dihentikan. Masak kita terus-menerus diwakili anggota DPR semacam itu? " ujar Tsamara.

Sejak Agustus 2018, PSI telah menginisiasi gerakan "Bersih-Bersih DPR" untuk menghentikan praktik penghamburan uang rakyat. Salah satu hal yang dipersoalkan PSI adalah tidak adanya kewajiban melaporkan perjalanan dinas anggota DPR - termasuk dalam rangka menyelesaikan RUU.

Mungkinkah PSI akan membuat cara-cara baru untuk membuat masyarakat memilih PSI supaya Jokowi bisa dua periode ?...., maka dari itu berhati-hatilah dengan sepak terjang PSI !!!...[MO/sr]




Posting Komentar