Oleh : Enung Sopiah

Mediaoposisi.com-Ditengah tekanan hidup yang makin berat, dan  kebutuhan ekonomi yang makin mendesak, kadang kadang manusia sering gelap mata, dengan menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Setiap hari media elektronik, media sosial, selalu menyuguhkan pemberitaan seputar kejadian-kejadian yang dialami masyarakat pada umumnya. Termasuk salah satunya adalah kejadian kriminal yang setiap harinya tidak pernah surut dari pemberitaan, mulai dari berita pencurian, perkosaan, pembunuhan, perampokan, pembegalan dan lain-lain.

Kriminal menurut KBBI adalah perbuatan kejahatan atau pelanggaran hukum yang dapat dihukum menurut undang-undang pidana. Sungguh penomena yang sangat miris dan mengerikan, ketika suatu tindakan kejahatan semakin meningkat.

Seperti masyarakat pada umumnya, tentunya kita menginginkan perasaan aman dilingkungan kita. Merasa terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan. Akan tetapi apa yang terjadi akhir-akhir ini, kejahatan semakin merajalela, perasaan takut, khawatir dan was was selalu menghantui.  padahal seharusnya negara menjamin dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Motif kejahatan yang mereka lakukan bermacam-macam, seperti karena terdesak oleh kebutuhan, dendam, atau memang sudah menjadi profesi, dan masih banyak lagi matif-motif lainnya yang melatar belakangi pelaku kejahatan. Pada akhirnya mau tidak mau kita harus selalu waspada kapanpun dan dimanapun, karena tindak kejahatan terjadi tanpa kita ketahui waktu dan tempatnya.

Tindak kejahatan akan terus meningkat apabila penanganannya tidak benar, salah satunya dengan menghukum sipelaku kejahatan tanpa ada efek jera, akhirnya bukannya sipelaku sadar kemudian bertobat atas kesalahannya, malah sebaliknya sipelaku kejahatan akan semakin berani mengulangi kejahatannya, karena dengan hanya dipenjara yang cuma divonis beberapa tahun saja, tentunya tidak akan membuat jera para pelaku kejahatan.

Inilah salah satu bukti rusaknya sistem demokrasi dimana hukum dibuat tetapi tidak menjamin keamanan bagi masyarakat, bahkan tingkat kejahatan semakin meningkat dan merajalela, sungguh fenomena yang sangat miris. Dari kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi pemerintah yang bertanggung jawab atas rakyatnya dalam penegakan hukum.

Penerapan hukum islam adalah suatu keniscayaan, karena islam mengatur seluruh asfek kehidupan. Termasuk didalamnya adalah hukuman bagi pelaku tindakan kriminal, semuanya telah diatur oleh islam .

Didalam islam hukuman tidak berasal dari pendapat manusia atau kesepakatan manusia belaka, karena didalam pandangannya manusia mempunyai keterbatasan. Sehingga bagi umat islam, penilaian baik atau buruk, terpuji atau tercela dikembalikan kepada hukum syara.
Tujuan hukum islam yang telah disepakati oleh para ulama adalah :

1. Memelihara agama
2. Memelihara jiwa
3. Memelihara akal
4. Memelihara keturunan dan kehormatan
5. Memelihara harta

Tujuan penetapan dan penerapan hukuman dalam syariat islam adalah:

-pencegahan, yaitu menahan orang agar tidak melakukan tindak kejahatan berulang-ulang, dan juga mencegah agar orang lain selain sipelaku tidak ikut-ikutan dalam perbuatan tersebut, karena hukuman akan sama dibebankan kepadanya.

-perbaikan dan pendidikan, yaitu dengan adanya hukuman ini diharapkan sipelaku menjadi orang baik dan sadar akan kesalahannya, mengubah sifat sipelaku agar tidak mengulangi kesalahannya
-penghapusan dosa.

Salah satu dalil dalam Alqur'an, tentang penerapan hukum islam, adalah hukuman mencuri, pencurian adalah orang yang mengambil benda atau harta orang lain secara diam-diam untuk dimiliki. Pencuri-an diancamkan hukuman potong tangan dan kaki, sesuai dengan firman Allah SWT, " Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(Al-Maidah:38).

Diriwayatkan dari abu hurairah ra," Aku pernah mendengar  nabi SAW bersabda, apabila seorang hamba perempuan milik salah seorang diantara kamu melakukan zina, dan telah terbukti, maka hukumlah dia, dengan cambukan rotan dan janganlah kamu memaksakannya, dan jika dia memgulanginya lagi, dua kali ketiga nya dan terbukti, maka jual lah dia walaupun dengan harga sehelai rambut".

Itulah salah satu dalil Alquran dan hadist tentang  penerapan hukuman dalam islam, yang akan membuat efek jera bagi sipelaku, dan mencegah yang lain untuk melakukan perbuatan tersebut, juga untuk menghapus dosanya, sehingga diakhirat kelak tidak lagi dihisab atas dosa tersebut. Dan masih banyak lagi dalil- dalil dalam Alquran dan as sunnah yang menerangkan tentang penerapan hukum islam.

Demikianlah betapa pentingnya diterapkan hukum islam, agar meminimalisir tindak kejahatan, dan memberikan rasa aman, dan jaminan keamanan bagi masyarakat pada umumnya.[MO/ge]

Posting Komentar