Oleh: Ayu Mela Yulianti, SPt
(Pemerhati Masalah Umat)

Mediaoposisi.com- Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Bin Smith menyatakan duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa penduduk Yaman. Ia menilai kondisi terkini di Yaman sudah mengarah pada terjadinya tragedi kemanusiaan luar biasa, seperti kelaparan yang masif hingga jatuh korban, terutama anak-anak, perempuan dan lanjut usia.

"Semua ini diakibatkan oleh konflik berkepanjangan antara Pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi Arabia dengan kelompok Houthi. Konflik yang tidak selayaknya terjadi antara dua kelompok Muslim," kata Habib Zen dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Sabtu (24/11).(Republik.co.id).

Konflik antar negara saat ini tidak pernah mendapatkan penyelesaian yang baik. Akhirnya warga sipil yang menjadi korban dua negara atau lebih yang sedang bertikai.

Entah apa sebenarnya yang diperebutkan hingga terjadi konflik. Bisa jadi pertikaian yang terjadi adalah akibat jebakan politik pecah belah yang dibuat oleh sistem sekuler kapitalisme yang tidak mengenal nilai kemanusiaan. Sistem sekuler kapitalis  hanya  mengenal untung rugi, sekalipun dalam peristiwa pertikaian dan konflik dua negara atau lebih yang menelan korban warga sipil.

Lihatlah, berapa ribu warga sipil Negeri Yaman yang menjadi korban, adakah yang perduli ?. Sistem sekuler kapitalis yang melahirkan sekat nasionalisme sungguh telah membuat buta dan tuli seluruh negara - negara yang menganut sistem hidup sekuler kapitalisme, tidak terkecuali negeri-negeri muslim.

Mereka hanya bisa menyerukan perdamaian tanpa mampu untuk menggerakkan militernya untuk menghentikan konflik yang telah menelan banyak korban dari warga sipil. Celakanya yang berkonflik saat ini adalah negeri-negeri muslim yang terjebak dalam permainan sistem sekuler kapitalis. Sungguh kebodohan luar biasa yang diderita oleh penguasa muslim saat ini. Mau diperalat dan dipedaya oleh sistem sekuler kapitalis, sehingga mereka terjebak dalam konflik dengan sesama muslim.

Perang dalam Pandangan Islam
Islam sungguh telah mengatur segala hal terkait seluruh aspek kehidupan. Tidak terkecuali saat berperang atau mengalami konflik antar negara. Islam mengaturnya dengan sangat elegan.
Perang dalam Islam dimaksudkan untuk menghilangkan rintangan fisik yang menghalangi dakwah Islam.

Tersebab dakwah Islam adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebagai wasilah agar terpenuhinya hak manusia untuk mengenal Islam. Walaupun Islam tidak pernah memaksa satu individu manusia untuk masuk agama Islam kecuali dengan kerelaannya.

Islam tidak memperkenankan negara manapun melakukan konflik senjata yang menelan korban warga sipil. Islam telah menetapkan satu aturan saat perang yaitu tidak membunuh wanita, bayi dan anak-anak, laki-laki lemah dan tua. Tidak boleh merusak tempat ibadah dan tidak diperkenankan untuk membunuh para pemuka agama. Inilah aturan Islam.

Aturan Islam ini diterapkan oleh seorang Khalifah, dalam sistem Khilafah yang menerapkan Syariat Islam kaffah. Karenanya, jika sebuah kekhilafan keluar sebagai pemenang perang, maka negeri yang difutuhat akan menjadi negeri yang tersebar didalamnya kebaikan dan keberkahan. Semua manusia terbebaskan dan akan terpenuhi hak-hak hidupnya dengan sangat baik.  Sejarah telah mencatatkan hal itu.

Berbeda ketika hari ini Khilafah tidak diemban oleh satu negarapun didunia. Maka yang terjadi adalah kedzoliman diluar nalar kemanusiaan. Kelaparan, pembunuhan dan tragedi kemanusiaan menjadi pemandangan mata yang biasa. Pendengaran dibuat kebal untuk menjadi tuli, sehingga tidak mampu mendengar manusia kelaparan yang meminta pertolongan.

Sungguh hari ini, negeri-negeri muslim menjadi negeri yang terbelenggu oleh rantai nasionalisme, dan terjebak dalan jebakan sistem sekuler kapitalis, sehingga untuk sekedar membantu saudaranya di Yaman yang mengalami tragedi kemanusiaan dan kelaparan mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Inilah bukti kelemahan negeri muslim ketika tidak ada dalam naungan Khilafah. Mereka masuk dalam pusaran permainan yang dibuat sistem sekuler kapitalis.

Karenanya, mengembalikan Khilafah ditengah-tengah umat saat ini, menjadi sangat penting dan mendesak. Tersebab hanya Khilafah saja yang akan menyudahi penderitaan umat manusia di Yaman. Hanya  Khilafah saja yang akan mampu menghentikan konflik internal yang terjadi di negeri-negeri Muslim.

Hanya Khilafah saja yang akan menjadi hakim dengan seadil-adilnya saat menghukum para penjahat perang dan konflik yang menimbulkan korban warga sipil. Tersebab hanya Khilafah saja yang mampu mengeluarkan negeri-negeri muslim yang sedang bertikai, dari jebakan batman yang dibuat oleh sistem sekuler kapitalis.

Sungguh, urgensitas kembalinya Khilafah ala Minhajinnubuwwah menjadi kepentingan yang sangat mendesak saat ini. Mengingat hari ini, seluruh umat manusia, utamanya yang terdzolimi menunggu kehadiran dan kedatangannya untuk segera membebaskannya dari segala bentuk penindasan dan kelaparan. Juga memberi perlindungan kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya perlindungan.
wallahualam.[MO/sr]



Posting Komentar