Oleh : Lismawati 
Praktisi Pendidikan di Kota Pasuruan 

Mediaoposisi.com-Krisis kemanusiaan yang terjadi diberbagai negeri muslim memberikan dampak yang begitu besar dalam keberlangsungan kehidupan kaum muslim. Seperti yang terjadi di Yaman. Menurut UNICEF, sekitar 8,6 juta anak-anak tidak memiliki akses air minum. 85.000 anak-anak dibawah usia 5 tahun meninggal karena kekurangan gizi sejak meletusnya konflik Yaman bermula pada tahun 2015.

Pemborbadiran ratusan bom yang terus menghujani Yaman oleh Arab Saudi serta Sanksi Ekonomi dan Blokade yang diberlakukan terhadap Yaman membuat 14 juta orang penduduk berada di ambang kelaparan parah.

Konflik yang tercetus akibat arab spring yang berhembus luas didaerah daratan arab. Sehingga memunculkan Ketidakpuasan atas para pemimpin yang berkuasa membuat gejolak perubahan di negeri-negeri kaum muslim semakin besar.

Konflik internal yang terjadi di negeri Yaman terus memuncak hingga menyusupnya para pembe-rontak. Hadirnya Arab Saudi dalam konflik berevolusi menjadi kebuntuan berdarah yang belum menemukan titik penyelesaian hingga kini.

Bukan hanya Yaman. Namun sebagian besar negeri kaum muslim ataupun kaum muslim hari ini berada di konflik berdarah tak berkesudahan. Suriah, Libya dan Afganistan menjadi saksi dunia akan konflik yang terus terjadi hingga ribuan nyawa bahkan jutaan nyawa terancam melayang atas dasar mengatasi pemberontak dan mengorbankan rakyat sipil.

Dalih. Atas nama sekat nasionalisme negara-negara muslim lain tidak mampu membantu banyak selain mengecam, mengirim logistik ataupun melakukan perundingan-perundingan diatas darah yang terus mengalir di tanah- tanah kaum muslim tanpa perubahan yang berarti. Konflik terus terjadi.
Mengapa?

Hal ini tidak lain karena sistem kapitalisme yang menjadi bingkai peradaban masa kini. Dimana pemisahan agama dari kehidupan yang menjadi landasan dan para pemilik modal yang menjadi penentu utama. Sistem kapitalisme tidak akan terus tegak jika tidak ditopang oleh sebuah negara. Yaitu AS, Barat dan sekutunya.

WOT (War on Terorisme) yang dinyatakan George W. Bush menjadi alasan awal tabuhan genderang perang terhadap Dunia Islam dan kaum muslim hingga berbagai konflik muncul. Dan menjadi alasan berbagai genosida yang terjadi pada kaum muslim.

Ketakutan akan bangkitnya umat Islam menjadi momok yang sangat mengerikan bagi Barat. Menjadikan mereka melakukan segala upaya mencegah bangkitnya umat Islam. Menggiring pemahaman kaum muslim terhadap opini siapa musuh yang sebenarnya dengan beberapa langkah.
1. Memainkan isu terorisme dan radikalisme
2. Memecan belah umat Islam kedalam 4 kelompok: Fundamentalis, Tradisionalis, Modernis dan Sekularis
3. Monterisasi terhadap ide Khilafah

Apa yang terjadi di Yaman dan negeri muslim lain. Tidak lain karena ketakutan Barat akan bangkitnya sistem Islam yang akan memberangus segala hegemoninya terhadap kaum muslim. Karena, saat kebangkitan umat Islam bersatu dalam naungan Khilafah maka itupun menjadi lonceng kematian bagi Barat. Sehingga mereka melakukan segala daya dan upaya bahkan genosida besar-besaran agar mampu membendung gejolak kebangkitan kaum muslim.

Sebagai umat muslim kita harus menyadari bahwa musuh sejati kita adalah Barat. Dan untuk membangun kesadaran ini tidak lain dengan penyadaran politik. Karena konfik, kemiskinan, dan genosida yang terjadi merupakan bagian dari politik luar negeri barat untuk mencegah kebangkitan dan terus mencengkramkan hegemoninya pada negeri muslim.

Oleh karenanya, kesatuan umat Islam diberbagai negeri akan mampu menghancurkan Barat dan tidak layak bagi kaum muslim ada permusuhan antarkelompok umat Islam karena sesama muslim itu bersaudara. Dan Karena kaum kafir Baratlah yang menjadi musuh bersama kaum muslim.

 إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

"Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Qs. An Nisa: 101)
Dan kesatuan ini harus ada dalam satu kekuatan global . Itulah khilafah. Hanya khilafah yang mampu menghentikan segala konflik dan hegemoni Barat terhadap Dunia Islam. Yaitu Khilafah Ar Rasyidin ala minhaj an Nubuwwah. Yang telah terbukti dan telah tercatat dalm tinta emas sejarah peradaban terbaik.[MO/ge]

Posting Komentar