Oleh: Mutia Kanza

Mediaoposisi.com- Sebanyak 85.000 anak di bawah usia 5 tahun di Yaman mati kelaparan sejak perang dimulai. Demikian menurut data yang dirilis sebuah kelompok hak asasi manusia Save the Chlidren, Rabu (12/11/2018).

Dengan menggunakan data yang digunakan oleh PBB, kelompok tersebut menemukan bahwa antara April 2015 dan Oktober 2018, sekitar 84.701 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena kasus kekurangan gizi akut yang parah atau kelaparan.

PBB telah memperingatkan bahwa warga Yaman yang berada dalam resiko kelaparan mencapai 14 juta jiwa. Kelompok itu menyebutkan bahwa jumlah tersebut meningkat secara dramatis sejak koalisi Saudi terlibat dalam krisis Yaman.

Sejak itu, impor komersial makanan melalui bandara utama Yaman di Hodeidah telah menurun lebih dari 55.000 metrik ton per bulan,” kata kelompok itu. “Setiap penurunan impor lebih lanjut kemungkinan bisa mengarah langsung ke kelaparan.” Tamer Kirolos, Direktur Save the Chlidren di Yaman, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan amal tersebut sangat prihatin dengan jumlah anak-anak yang mungkin telah mati karena kelaparan ekstrem.

Anak-anak yang mati dengan cara ini sangat menderita ketika fungsi organ vital mereka melambat dan akhirnya berhenti. Sistem kekebalan tubuh mereka sangat lemah sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi dengan terlalu lemah untuk bahkan menangis. Orang tua harus menyaksikan anak-anak mereka ‘pergi’ tanpa bisa berbuat apa-apa,” tambahnya. Yaman termasuk mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia menurut PBB. Ketika konflik memasuki tahun keempat, sekitar 14 juta orang di Yaman, atau setengah dari total populasi negara itu, berada dalam risiko kelaparan. (Kiblat.net, 22/11/2018).

Inilah tragedi mengerikan yang menimpa anak-anak dan muslim Yaman. Mereka adalah korban tak berdaya dari predator-predator penguasa kuffar yang dibiarkan eksis oleh sistem dunia yang diskriminatif terhadap umat Islam. Mereka juga telah diabaikan oleh para penguasa boneka Muslim yang diaborsi rasa kemanusiaanya oleh sistem dunia hari ini yang memuja sekulerisme dan Kapitalisme.

Persoalan anak-anak dan muslim Yaman sejatinya merupakan persoalan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia termasuk umat Islam di negeri ini. Sekalipun kondisi negeri ini juga sedang carut marut namun kita tidak boleh memusatkan perhatian hanya pada persoalan yang terjadi di negeri ini saja dan melupakan penderitaan yang menimpa anak-anak dan muslim Yaman. Sebab sesungguhnya kaum muslimin di manapun berada bagaikan satu tubuh yang tidak boleh terpisah. Apabila satu anggota tubuh merasakan sakit maka sekujur tubuh akan merasakan demam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” [HR. Muslim]

Krisis kemanusiaan terburuk pada anak-anak dan muslim Yaman niscata tidak akan pernah berakhir, selama sistem dunia masih seperti hari ini. Karena pangkal masalah dari penderitaan mereka tidak lain adalah tidak hadirnya Khilafah yang merupakan perisai bagi umat Islam, yang akan menghilangkan hegemoni kuffar atas kaum muslimin dan melindungi anak-anak dan seluruh kaum muslimin bukan hanya di Yaman tapi juga di seluruh dunia. Sebagiamana hadis yang telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau pernah bersabda.

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya.” [HR. Muslim]

Anak-anak dan Muslim Yaman sangat membutuhkan perisai sejati yang akan melindungi mereka. Dan hanya Khilafah dengan sistem kepemimpinan Islamnya sajalah yang mampu melakukan itu. Maka segera datangkanlah kembali perisai sejati bagi umat Muhammad saw tersebut sehingga tidak akan ada lagi penderitaan mengerikan bagi anak-anak dan Muslim Yaman seperti hari ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab. [MO/sr]








Posting Komentar