Erni Susanti
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com-“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka.

Donasi Save Muslim Uighur

Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.”

Begitulah apa yang ditulis seorang sejarawan Barat, Will Durant dalam bukunya Story of Civilization . Hanya ada kekaguman yang tergambar dalam ungkapannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Khilafah Islamiyyah telah menorehkan tinta emas dalam sejarah. Dan ungkapan serupa juga banyak dikemukakan oleh sejumlah tokoh. T.W. Arnold dalam bukunya, The Preaching of Islam:

A History of Propagation Of The Muslim Faith, dia mengatakan fakta kehidupan di Negara Khilafah, “Perlakuan terhadap warga Kristen oleh Pemerintah Khilafah Turki Utsmani-selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani-telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal didaratan Eropa.”

 Montgomery Watt mengungkapkan “Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan Islam, Barat bukanlah apa-apa.”

Maka sungguh mengherankan pada saat ini, ketika umat meminta kembali penegakkan Khilafah Islamiyyah justru dianggap ancaman yang besar bagi suatu negara.

Menganggap Khilafah akan menghancurkan keutuhan negara. Khilafah dianggap akan menindas orang-orang selain orang Islam. Benar-benar tuduhan yang keji. Padahal Khilafah adalah satu-satunya penyelamat di tengah-tengah penderitaan umat saat ini.

Sampai kapan penderitan saudara kita, umat Islam di belahan dunia terus berlangsung?  Sampai kapan kita membiarkan saudara kita di Palestina menderita?

Sampai kapan kita membiarkan saudara kita di Rohingya sengsara? Sampai kapan kita membiarkan saudara kita di Suriah, di Moro Philiphina, di Pattani Thailand? Sampai kapan? Saat ini penindasan terjadi pada saudara kita, Muslim Uighur di Xinjiang, China.

Mereka dipaksa mmeninggalkan agama mereka, pemaksaan bahkan dengan pembuatan kamp-kamp konsentrasi semacam penjara.

Ini adalah fakta bahwa Islamlah dalam sejarahnya yang tidak pernah melakukan kerusakan di dunia manapun. Selama berdirinya Khilafah, non muslim tidak dipaksa untuk meninggalkan agamanya. Adapun peperangan yang terjadi melainkan menghadapi musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam, musuh Islam yang ingin kebebasan, yang tidak ingin Islam berjaya.

Khilafah adalah institusi yang memimpin kaum muslim. Menurut terminologi syar’i Khilafah diartikan sebagai kepemimpinan umum, yang menjadi hak seluruh kaum muslim di dunia untuk menegakkan hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.

Banyak nash syara’, baik Al-Qur’an atau pun As Sunnah yang memerintahkan kaum muslim untuk menegakkan Khilafah. Para Ulama sepakat bahwa umat ini harus mempunyai imam dan hukum mengangkatnya adalah wajib.

Imam Ahmad, melalui riwayat dari Muhammad bin Awf bin Sufyan Al Hamashi, mengatakan: “Fitnah akan terjadi manakala tidakada imam yang melaksanakan urusan orang banyak.”

 Pandangan ulama’ dahulu, baik di kalangan sahabat maupun generasi setelahnya, membuktikan bahwa adanya Khilafah Islamiyyah ini merupakan masalah ma’lum min ad-din bi ad-dharurah (yang sudah difahami sebagai bagian dari urusan agama yang sangat penting).

Maka wajar ketika umat menginginkan Khilafah, selain memang kewajiban, Khilafah ini telah disadari sebagai satu-satunya institusi yang benar.

Yang mampu menuntaskan persoalan umat saat ini. Khilafah yang mampu menerapkan hukum Islam secara menyeluruh. Dengan diterapkannya Islam, mampu memberikan keadilan kepada seluruh umat, karena semua hukum-hukum bersumber dari yang Maha Adil, bukan hukum buatan manusia yang telah nyata menuai problematika.

Memang sudah saatnya pula, umat terlepas dari belenggu penjajahan. Penjajahan pemikiran yang menyekat-nyekat umat.

Tak rindukah kita pada persatuan umat yang membentang dibawah kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammadar rosulullah? Tak rindukah kita pada Khalifah yang melayani umat dengan setulus jiwanya? Pemimpin yang menegakkan kebenaran di muka bumi ini?

Musuh Islam tidak ada apa-apanya ketika kita bersatu dibawah panji yang sama. Allah dengan mudah dapat menghancurkan mereka, sebagaimana memporak-porandakan musuh diperang Badar.

Allah dengan mudah dapat melemparkan ketakutan pada musuh-musuh Islam, sebagaimana Yahudi Bani Nadhir keluar dari Madinah tanpa perlawanan. Sudah saatnya umat Islam bersatu kembali. Karena tak ada yang harus kita takutkan!!![MO/ge]

Posting Komentar