Oleh: Dini Trinarni

Mediaoposisi.com- Beberapa tahun terakhir perbincangan tentang kepemimpinan didalam Islam,yakni khilafah kian meluas. Mulai dari masyarakat awam,para ulama,sejarawan,politisi hingga pemerintah sendiri terus berjibaku dengan pembahasan ini. Rupanya dakwah khilafah kian membumi,meskipun pemahaman yang benar/sahih tentang khilafah,selalu berusaha di"busuk"kan oleh para pembenci.

Khilafah yang merupakan ajaran Islam tertinggi,diopinikan sebagai sebuah ancaman,yang akan memecah belah persatuan umat beragama. Bahkan,seringkali dituduh akan menimbulkan kekacauan,pertikaian,hingga pertumpahan darah bila diterapkan di negeri ini.Bermacam cara dilakukan agar umat turut menolak dakwah syariah dan khilafah.

Seorang Ulama dari libanon,yakni ketua organisasi Jamiat Al amal Al Islamy Libanon bernama Syeikh Zubair Utsman al Ju'aid,pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam di Masjid Istiqlal ,mengatakan, "Jangan terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan untuk mendirikan negara Khilafah atau bentuk negara lain selain saat ini"
Beliau juga menyampaikan bahwa sistem pemerintahan khilafah, bisa menyebabkan ketidak stabilan,sistem demokrasi di Indonesia bisa bersanding dengan Islam secara selaras. Sehingga tidak ada kepentingan mendesak untuk didirikannya sistem kekhilafahan. Indonesia negara yang aman ,nyaman,bersyariat dalam bingkai demokrasi. Dan,inilah gambaran pemerintahan Islami.(ANTARA News /8/12/2018)

Pernyataan tersebut bisa menjadi dorongan bagi pemerintah dan mereka yang selama ini membenci,untuk semakin mendeskriditkan sistem Khilafah sebagai ancaman bagi keutuhan bangsa ini.Mengingat perbincangan tentang khilafah juga sering digelar di forum-forum diskusi dengan narasumber yang kontra terhadap khilafah,tanpa ada pembanding dari pihak yang pro dan paham akan arti khilafah.

Khilafah adalah ajaran Islam,bagian dari sejarah kejayaan Islam yang berlangsung selama ribuan tahun.Sebuah peradaban yang paling beradab yang pernah ada di muka bumi,dimana keadilan,keamanan,dan kemanusiaan benar-benar dijunjung tinggi,tanpa membedakan suku kebangsaan,dan agama. Terbukti,sistem pemerintahan Khilafah telah mampu menyatukan hingga 2/3 dunia dibawah kepemimpinan para khalifahnya .Karena tujuan kepemimpinan didalam Islam adalah untuk menegakkan agama(Islam)dan mengatur urusan dunia dengan agama.

Betapa pentingnya arti seorang pemimpin didalam Islam,sehingga pada saat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam wafat,para sahabat lebih mendahulukan mencari pemimpin sebagai pengganti Nabi,dalam mengurusi umat sepeninggal beliau,ketimbang mengurus jenazahnya.Sampai-sampai pemakaman manusia paling mulia itu harus tertunda selama 2 hari 3 malam lamanya.Inilah fakta,bahwa para sahabat lebih mendahulukan urusan mengangkat pemimpin(khalifah),daripada memakamkan jenazah ,dan ij'ma sahabat mengatakan bahwa kaum muslim tidak boleh lebih dari 3 hari hidup tanpa adanya khalifah.

Ironisnya ,berapa lamakah kita hidup tanpa adanya khalifah? Semenjak runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1924 M umat Islam sudah kehilangan sandaran,perisai yang bisa melindungi dan memuliakan umat dengan terjaganya syariat. Bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya,lemah dan tak berarah.Kesatuan umat yang semula diikat dalam naungan daulah Islamiyah,kini terpecah menjadi bagian-bagian kecil dan dibatasi oleh sekat-sekat nasionalisme dan kebangsaan. Kaum muslim yang diibaratkan laksana satu tubuh dalam persaudaraannya,kini menjadi saling jauh. Terpaksa hidup dibawah cengkeraman peradaban kaum kufar.

Sedihnya,tatkala saudara seiman kita mengalami berbagai penindasan,penjajahan oleh kaum kafirun dan musyrikun seperti di Palestina,Rohingya,Yaman,Uighur dan sebagainya,kita hanya mampu melihat dengan ketidakberdayaan. Tidak ada satupun yang mampu menyelamatkan mereka dengan sistem yang ada sekarang . Dan hanya sistem Khilafah yang bisa membebaskan mereka dari bermacam penderitaan.             

Benarkah demokrasi di Indonesia ini sudah bersanding selaras dengan Islam? Tidak,melainkan Islam yang coba diselaraskan dengan sistem demokrasi,menjadi moderat sesuai yang diinginkan barat. Ajaran Islam hanya boleh diterapkan dalam perkara akidah,ibadah,dan akhlak yang dijamin sebagai hak individu. Artinya kita bebas untuk menjalankan atau tidak menjalankan ibadah seperti, shalat, puasa,zakat,dan ibadah mahdhah lainnya,karna itu urusan pribadi,negara tidak berhak mencampuri.

Urusan yang diatur pemerintah,hanya urusan pernikahan dan kematian,sedang dalam urusan muamalah seperti politik,ekonomi,pendidikan hampir sepenuhnya mengadopsi dari hadlarah asing,yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam ,yaitu kapitalisme,sekularisme,liberalisme dan pluralisme. Jadi,meski tampaknya kita hidup aman,sejatinya kita sedang dijajah di segala bidang , melalui hegemoni dan pemikiran.

Khilafah bukan sekedar sisa sejarah yang indah,namun juga masa depan yang cerah,sebagai kabar gembira yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu wataala  melalui lisan Nabi Nya. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]

 Masalahnya sekarang,bukanlah kapan dan dimana Khilafah akan kembali tegak,dan siapa yang menjadi khalifah nantinya? Jika kita termasuk yang percaya akan janji itu,tugas kita bukan hanya menunggu. Karena kita harus mengambil peran,dalam menyambutnya dengan mempersiapkan diri,menguatkan akidah dan tauhid sebagai risalah yang diemban para Nabi dan Rasul,yang nantinya akan melahirkan ketaatan terhadap perintah dan laranganNya.Berjuang,dengan mendakwahkan,mensyiarkan sistem Khilafah sebagai ajaran Islam,yang dengannya Islam bisa dijalankan secara kaffah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wataala :

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu."(QS. AL Baqarah :208)

Tanpa adanya kelompok yang selalu menyerukan dakwah Islam kaffah,mungkin  hari ini Khilafah tidak akan dibicarakan banyak orang,dan dirindukan oleh orang-orang yang benar dalam imannya.
Wallahu a'lam bishawab [MO/sr]


Posting Komentar